
Wapres Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung kawasan terdampak banjir di Perumahan Ciledug Indah 1, Kelurahan Pedurenan, Karang Tengah, Kota Tangerang, Jumat (11/7). (Setwapres)
JawaPos.com - Wakil Presiden (Wapres), Gibran Rakabuming Raka, menegaskan aktivitas blusukan yang kerap dilakukannya ke berbagai daerah di Indonesia bukanlah bentuk pencitraan politik. Gibran menyebut, keterlibatan langsung di lapangan merupakan bagian penting dalam menyerap aspirasi masyarakat.
"Ini turun ke lapangan tuh bukan pencitraan atau mencari apa eksposure, tidak. Dialog langsung dengan warga, dialog langsung dengan pelaku UMKM, dialog langsung dengan petani itu penting sekali," kata Gibran saat mengisi materi Pembekalan Kepada Peserta Pendidikan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) Angkatan 68, dalam siaran daring Setwapres, dikutip Rabu (16/7).
Gibran mengungkapkan, dirinya belum lama ini melakukan kunjungan kerja ke beberapa daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Salah satunya ke Jogjakarta dan Banyuwangi untuk mengikuti panen tebu, serta ke Ngawi untuk memantau langsung panen raya padi.
Putra sulung Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) itu mengungkapkan kebanggaannya terhadap capaian sektor pertanian nasional. Ia pun mengklaim, stok beras nasional saat ini mencapai 4,25 juta ton tertinggi selama 23 tahun terakhir.
"Saat ini stok beras kita capaiannya tertinggi selama 23 tahun terakhir, 4,25 juta ton. Ini sangat luar biasa sekali. Di mana negara-negara lain lagi kekurangan, kita surplusnya luar biasa ini. Kalau masalah beras sudah kita beresi, masalah air, masalah pupuk, masalah mafia berasnya," jelasnya.
Gibran juga menyinggung upaya pemerintah dalam menyederhanakan regulasi pertanian, terutama yang berkaitan dengan pupuk bersubsidi. Ia menyoroti masih banyaknya aturan yang tumpang tindih dan menghambat efisiensi birokrasi.
"Ini kita ada 145 regulasi yang dipangkas terkait regulasi pupuk. Ini nanti saya titip Pak Gubernur, Pak Wakil Gubernur, bukan hanya di pertanian saja. Ini saya mohon yang namanya aturan-aturan berbelit-belit, aturan yang tumpang tindih, ini para peserta pendidikan harus bisa memberikan masukan," ucap Gibran.
Lebih lanjut, Gibran juga menegaskan pentingnya reformasi regulasi di berbagai sektor agar birokrasi pemerintah lebih gesit dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
"Kita pengen yang cepet-cepet aja," pungkasnya.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
