Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 16 Juli 2025 | 16.10 WIB

Pemerintah Mau Beri Bansos Seumur Hidup untuk Lansia hingga ODGJ, DPR Wanti-wanti soal Verifikasi Data

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf saat memimpin rapat penyaluran bansos dan persiapan Sekolah Rakyat, di Kantor Kemensos, Jakarta, Rabu (11/6). (Istimewa). - Image

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf saat memimpin rapat penyaluran bansos dan persiapan Sekolah Rakyat, di Kantor Kemensos, Jakarta, Rabu (11/6). (Istimewa).

JawaPos.com - Pemerintah berencana memberikan bantuan sosial (bansos) permanen atau seumur hidup kepada orang lanjut usia (lansia), penyandang disabilitas, dan Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

Wacana itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin.

Menanggapi rencana itu, Ketua DPR RI Puan Maharani mewanti-wanti agar kebijakan tersebut harus diawali dengan validasi dan verifikasi data yang ketat. Hal itu penting agar penyaluran bansos tepat sasaran. 

"Terkait dengan Bansos yang paling penting adalah bagaimana validasi, verifikasi, dan hal-hal yang terkait dengan data itu harus betul-betul didata dulu," kata Puan Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (15/7).

Mantan Menko PMK itu menegaskan, pemerintah perlu berhati-hati dalam mengubah skema penyaluran bansos. Ia khawatir jika tidak didasarkan pada data yang akurat, perubahan ini justru bisa menimbulkan polemik baru.

"Jadi jangan kemudian ada polemik kemudian tiba-tiba kita sepertinya buru-buru kemudian mengubah sesuatu yang sudah dilakukan," ujarnya. Puan menekankan bahwa perubahan kebijakan baru dapat dilakukan bila data telah tervalidasi secara akurat. 

"Jadi yang paling penting itu bagaimana memvalidasi dan verifikasi data itu betul-betul untuk dilakukan secara baik. Kalau kemudian sudah divalidasi dan diverifikasi secara betul, baru kemudian kita bisa ganti atau ubah penerimanya siapa," papar Puan.

Ia juga mengingatkan, perubahan skema tanpa proses pendataan yang jelas bisa menimbulkan kekecewaan bagi penerima bansos yang terdampak. 

"Karena kan selama ini sudah berjalan, kalau kemudian diubah tentu saja penerima-penerima yang kemarin sudah menerima akan kecewa. Jadi validasi dan verifikasi dulu data-datanya dengan baik," pungkasnya.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore