Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 8 Juli 2025 | 23.10 WIB

Mas Wapres Gibran Ikut Tren Pacu Jalur Pakai AI, Netizen Nyinyir: Caper Terus, Capek Deh!

Tangkapan layar Gibran buat video AI tarian Pacu Jalur. (Instagram/Gibran Rakabuming) - Image

Tangkapan layar Gibran buat video AI tarian Pacu Jalur. (Instagram/Gibran Rakabuming)

JawaPos.com - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali jadi sorotan publik. Bukan karena kebijakan atau gebrakan politiknya, melainkan karena unggahannya yang dianggap numpang tenar di atas tren viral tarian Pacu Jalur, tradisi budaya dari Kuantan Singingi, Riau yang lagi viral.

Dalam unggahannya di Instagram, Gibran terlihat memanfaatkan teknologi AI untuk menampilkan dirinya ikut menari ala bocah-bocah penari Pacu Jalur yang tengah naik daun di media sosial. Ia bahkan menuliskan caption puitis bak duta budaya digital:

"Siapa sangka, dari tepian Kuantan Singingi, semangat Pacu Jalur bisa mengalir hingga ke jagat digital dunia," kata Gibran menuliskan caption.

Tak sampai di situ, Gibran menyebut tren ini sebagai bentuk diplomasi budaya era digital.

"Berbagai klub besar dan pemengaruh dunia turut merayakannya. Inilah kekuatan diplomasi budaya di era digital..." lanjutnya.

Namun sayangnya, alih-alih dipuji, aksi ini malah bikin netizen geleng-geleng kepala. Ribuan komentar justru mengkritik keras Gibran karena dianggap kembali 'menunggangi tren' demi pencitraan pribadi.

“Kebiasaan, tiap ada yang viral langsung ikut-ikutan. Besok-besok jangan-jangan joget ODGJ juga diikutin,” sindir netizen di Instagram.

“Lagi-lagi caper. Dari Jumbo ke Pacu Jalur. Tapi yang digarap cuma kontennya doang, bukan masalah rakyatnya,” tambah akun lain.

Sebagian besar komentar juga menyentil fakta bahwa Gibran bisa sampai di kursi wapres bukan karena prestasi, melainkan karena “turunan langsung” dari Presiden Jokowi.

“Kalo bukan anak Jokowi, apa masih ada yang peduli?” celetuk netizen.

Sejumlah warganet bahkan menyebut video AI itu terlalu kaku dan kehilangan makna aslinya dari budaya Pacu Jalur yang sakral dan penuh makna.

Konten Gagal Pencitraan?

Alih-alih memperkenalkan budaya Indonesia ke dunia, sebagian publik justru merasa budaya tersebut sedang "dikomodifikasi" untuk kepentingan personal.

Meskipun niat awalnya mungkin baik, namun respons publik kali ini menunjukkan bahwa masyarakat makin jeli membedakan mana bentuk apresiasi, dan mana yang hanya numpang eksis.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore