Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 13 Juni 2025 | 04.23 WIB

Guru Besar FK Gelar Aksi Protes Jilid 2, Sampaikan Ketidakpercayaan Terhadap Menkes Budi Gunadi Sadikin

Sejumlah guru besar dan aluminium Fakultas Kedokteran (FK) UI menggelar mimbar bebas Salemba Bergerak di Aula IMERI Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta, Selasa (20/05/2025). (Hanung Hambara/Jawa Pos) - Image

Sejumlah guru besar dan aluminium Fakultas Kedokteran (FK) UI menggelar mimbar bebas Salemba Bergerak di Aula IMERI Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta, Selasa (20/05/2025). (Hanung Hambara/Jawa Pos)

JawaPos.com - Para Guru Besar Fakultas Kedokteran kembali melakukan aksi untuk memprotes Kementerian Kesehatan. Ada 372 guru besar FK seluruh Indonesia yang melakukan aksi di berbagai universitas.

Aksi ini runutan dari aksi yang digelar pada 16 dan 20 Mei lalu. Dalam surat pernyataan yang ditandatangani 372 Guru Besar Kedokteran Indonesia, mereka menyerukan ada tindakan nyata dari pemerintah atas aksi yang dilakukan selama ini.

Selain itu, dalam surat tersebut juga menyatakan bahwa para guru besar ini tidak dapat mengembalikan kepercayaan kepada Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

Khususnya untuk memimpin reformasi dan tata kelola kesehatan yang inklusif, adil, dan berlandaskan bukti serta kebijaksanaan kolektif bangsa dalam mencapai tujuan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Ketua Senat Akademik UI Prof dr Budi Wiweko SpOG menyatakan bahwa aksi kedua yang digelar kurang dari sebulan dari aksi yang pertama karena mengingat urgensi yang ada.

Dia menyebutkan kebijakan Kemenkes sekarang mengancam ekosistem pendidikan kedokteran. “Nantinya juga akan mengancam pelayanan kesehatan,” tuturnya sesuai membacakan seruan di FK UI, Kamis (12/6).

Alasannya, kebijakan Kemenkes telah mengkotakkan antara pendidikan dan pelayanan kesehatan, padahal dua hal ini saling berkaitan.

Aksi di FKUI hari ini, tidak hanya dihadiri oleh guru besar dan civitas akademika FK saja. Namun ada guru besar dari fakultas lain, yakni Guru Besar Antropologi Hukum Fakultas Hukum UI prof dr Sulityowati Irianto.

Dia menyatakan para guru besar ini kembali bersuara karena insan kedokteran khawatir dengan intervensi Menkes.

“Barangkali ini bukan yang kedua, akan ada suara berikutnya. Kami sedang mengatakan tidak percaya lagi segala kebijakan yang sudah dikeluarkan itu. Mungkin kebijakan itu punya legalitas, tapi kehilangan legitimasi sosial karena kami tidak mempercayainya lagi,” ucapnya.

Guru Besar FKUI lainnya Prof dr Teddy Prasetyono SpBP(K) menyatakan bahwa tidak terlihat ada perubahan yang terjadi setelah adanya tuntutan terhadap Kemenkes.

Tuntutan itu antara lain terkait independensi kolegium dan otonomi perguruan tinggi. “Kami menyatakan sulit bagi kami memberikan kepercayaan dalam kemajuan pembangunan di dunia kesehatan,” ucapnya.

Ketika ditanya apakah jika ke depan ada undangan untuk diskusi dari Kemenkes mereka akan datang, Teddy tidak menjawab dengan pasti.

“Kalau jadi anak, waktu bapaknya tidak percaya, kan susah,” ucapnya. Memang sebelumnya Kemenkes telah mengundang dekan dan guru besar fakultas kedokteran tapi mereka memilih untuk absen dalam undangan tersebut.

Sementara itu Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman menyatakan bahwa Kemenkes menghargai aspirasi guru besar fakultas kedokteran yang disampaikan secara terbuka.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore