
Komisi E DPRD DKI Jakarta menggelar rapat kerja bersama Dinas Pendidikan DKI Jakarta dan para kontraktor terkait pembangunan rehab total gedung sekolah negeri yang tak kunjung rampung, Rabu (11/6).
JawaPos.com – Proyek renovasi sekolah negeri di Jakarta tengah jadi sorotan setelah KPK RI merilis temuan adanya deviasi hingga minus 31 persen dalam pelaksanaan proyek senilai Rp 262 miliar.
DPRD DKI Jakarta pun memanggil dua kontraktor besar yang bertanggung jawab yakni Hutama Karya (HK) dan Asosiasi Rekanan Konstruksi Indonesia (ARKINDO). Keduanya diundang dalam rapat yang digelar di ruangan Komisi E DPRD DKI, Rabu (11/6).
Dalam rapat itu, para kontraktor disemprot oleh Komisi E DPRD DKI Jakarta karena dinilai proyek yang dijalankan asal-asalan dan molor dari target.
Diketahui, sebelumnya Komisi E DPRD DKI Jakarta sidak ke sejumlah pembangunan rehab total gedung sekolah. Diantaranya, SDN 05 Kelurahan Grogol, SDN 04 dan SMPN 291 Kembangan Utara, Jakarta Barat. Kemudian, SDN Duri Pulo dan SDN Cikini, Jakarta Pusat.
Dalam sidak itu ditemukan adanya rembesan air dari atap akibat waterproofing yang kurang optimal. Terdapat pengerjaan toilet siswa yang tidak selesai dengan sempurna hingga mengakibatkan genangan air.
Tak hanya kontraktor, Dinas Pendidikan DKI juga ikut dipanggil dalam rapat tersebut. Suasana memanas saat para legislator mempertanyakan kualitas dan tanggung jawab para pihak.
Ketua Komisi E Muhammad Thamrin geram karena kontraktor terkesan tak mencatat kritikan dewan.
"HK dan Akrindo. Saya perhatikan bapak-bapak kok ga ada yang nyatet apa yang disampaikan dari teman-teman," kata Thamrin dengan nada tinggi.
"Tolong dicatat ya pak. Jangan cuma CBSA ya pak, catat buku sampai abis," lanjutnya, menyindir.
Sementara itu, Sekretaris Komisi E Justin Adrian menyatakan tidak akan segan membawa kasus ini ke jalur hukum jika perbaikan tidak dilakukan secara menyeluruh.
"Ini harus diperbaiki, karena kalau tidak diperbaiki ini akan jadi temuan. Komisi E juga sangat pro kalau ini dilakukan tindakan hukum juga, di UU Jasa Konstruksi ada jaminan kegagalan bangunan itu 10 tahun," ucapnya.
Deputi Manager ARKINDO Agusturiana menyatakan, siap untuk menyelesaikan segala temuan sebelum periode ajaran baru dimulai pada Juli mendatang. Pihaknya sudah memulai proses evaluasi untuk mencari tahu penyebab permasalahan pembangunan.
“Intinya dari defect yang disampaikan oleh kami per hari ini langsung ditangani di lokasi itu,” katanya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
