
Rahayu Saraswati. (istimewa).
JawaPos.com - Rahayu Saraswati memiliki kenangan untuk melukiskan tentang sosok kakeknya, Sang Begawan Prof. Dr. Soemitro Djojohadikusumo. Bagi keponakan Prabowo Subianto itu, kakeknya memberikan pelajaran berharga kepada keluarganya untuk selalu bekerja keras.
"Opa saya waktu belajar di luar negeri, dia sering cerita dulu itu pernah bekerja sebagai doorman hingga waiters. Makanya dia selalu bilang kepada ayah saya dan kakak-kakaknya, kalau tip, tip yang benar. Karena itu ajaran, a very simple lesson dari pengalaman seorang Profesor Soemitro yang pernah bekerja di service industry,” kata Rahayu Saraswati.
Pemain film Merah Putih dan Darah Garuda itu menyebut, pengalaman pernah bekerja dengan posisi tidak strategis membawa dampak sangat dalam ke pemikirannya ketika Soemitro menjadi ekonom dan pejabat publik. Menurut Rahayu Saraswati, kakeknya memberikan perhatian yang sangat besar pada kesetaraan rakyat dalam hal ekonomi. Urat nadinya berdenyut bersama rakyat kecil.
"Satu legacy yang saya dapat dari Prof. Soemitro adalah etos. Bukan hanya etos kerja, tetapi etos dalam kaitan bagaimana ekonomi berdampak kepada kesejahteraan rakyat. Kalau kita bicara ekonomi kerakyatan, itu ada etosnya. Ekonomi yang berpihak, bukan sekedar hanya teori," tuturnya.
Soemitro sebagai seorang ekonom tidak hanya bicara tentang inflasi, harga naik, atau tentang nilai tukar rupiah di angka-angka saja. Soemitro yang 5 kali menjadi menteri di pemerintahan Orde Lama dan Orde Baru lebih fokus bicara tentang dampak dari sebuah kebijakan yang berpihak kepada wong cilik.
”Pak Mitro seingat saya beliau sangat humble. Sangat sederhana, bukan pejabat yang suka pamer. Legacy beliau adalah intelektualitasnya. Intelektualitas yang bukan hanya bicara narasi, tapi memiliki integritas dan menjalankannya. Beliau menjadikan contoh bahwa pemikiran itu bisa menjadi realita,” katanya.
Rahayu Saraswati menegaskan akan meneladani tindakan dan pemikiran Soemitro. Apalagi pemikirannya memang berbasis pada konteks Indonesia di awal kemerdekaan dan masih tetap relevan sampai sekarang dan masa yang akan datang.
”Saya Sebagai cucu beliau, akan melanjutkan pemikiran beliau, jadi bahan pikiran kita jangan hanya narasi, tapi harus kita jalankan. Saya selalu ingat yang Opa katakan bahwa dengan kekuatan besar datang juga tanggungjawab yang besar,” tegas Rahayu Saraswati.
Lebih lanjut diungkapkan pemain film Dream Obama, Soemitro sangat memegang prinsip dan kebenaran. Dia bisa melawan siapapun ketika bertentangan dengan prinsipnya. Tak peduli meski harus melawan seorang Presiden sekalipun.
"Beliau berani untuk melawan Bung Karno, sehingga keluarga beliau harus pergi keluar negeri," paparnya.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
