Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 29 Mei 2025 | 12.34 WIB

Berkunjung ke Indonesia, Macron Tanda Tangani Kerja Sama Pertahanan dan Investasi Strategis Senilai Rp 162 Triliun

Presiden Republik Prancis Emmanuel Macron bersama Ibu Negara Brigitte Macron tiba di Jakarta pada Selasa (27/5) (dok Setkab.go.id)

JawaPos.com - Presiden Prancis Emmanuel Macron melakukan kunjungan resmi ke Indonesia pada Rabu (28/5), dengan agenda utama memperkuat kemitraan strategis di bidang pertahanan.

Macron dijadwalkan bertemu Presiden Indonesia terpilih, Prabowo Subianto, yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Pertahanan saat sejumlah kesepakatan pertahanan besar antara kedua negara ditandatangani.

Kunjungan ini menjadi bagian dari rangkaian tur regional Macron di Asia Tenggara, setelah sebelumnya mengunjungi Vietnam dan akan melanjutkan perjalanan ke Singapura pada Kamis (29/5).

Diketahui Prancis dan Vietnam  menandatangani kerja sama senilai lebih dari USD 10 miliar atau kurang lebih Rp 162 triliun.

Kerja Sama Pertahanan Jadi Fokus Utama

Melansir dari Laman Sekretariat Kabinet RI, Menteri Pertahanan Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, mengonfirmasi bahwa Indonesia dan Prancis akan menandatangani Letter of Intent (LoI) sebagai komitmen untuk memperdalam kolaborasi di sektor pertahanan. Penandatanganan ini dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 28 Mei 2025.

“Kita akan mengembangkan kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Prancis, khususnya untuk alutsista strategis seperti pesawat tempur dan kapal selam,” ujar Sjafrie saat menyambut kedatangan Macron di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Selasa (27/5) dikutip dari Laman Setkab RI.

Prancis menjadi mitra penting bagi Indonesia dalam sektor pertahanan. Prancis dan Indonesia diketahui menandatangani kesepakatan pertahanan senilai USD8,1 miliar termasuk pembelian 42 unit pesawat tempur Rafale buatan Dassault Aviation pada 2022. Kesepakatan ini juga mencakup pengembangan kapal selam dan suplai amunisi.

Namun, Pakar Militer dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi yang dilansir dari Reuters, beberapa komitmen masih membutuhkan tindak lanjut.

“Indonesia menunjukkan minat pada sejumlah alutsista tambahan, namun belum ada kemajuan signifikan,” ujarnya dikutip dari Reuters.

Hingga saat ini, belum ada satu pun unit Rafale yang dikirim ke Indonesia.

Menurut laporan Antara, Kepala TNI Angkatan Udara, Marsekal Mohamad Tonny Harjono pada Februari 2025 lalu menyatakan bahwa enam unit Rafale dijadwalkan tiba di Indonesia pada awal 2026

Indonesia juga menandatangani kesepakatan dengan perusahaan galangan kapal milik negara Prancis, Naval Group, untuk pembelian dua kapal selam tipe "Scorpene"  pada 2024. Selain itu juga Indonesia mengumumkan pembelian 13 radar pengawas udara jarak jauh dari perusahaan teknologi Prancis, Thales Pada 2023.

Macron Tinjau Akademi Militer dan Promosi Bahasa Prancis

Selain agenda bilateral di Istana Merdeka, Presiden Macron dijadwalkan mengunjungi Akademi Militer (Akmil) di Magelang, Jawa Tengah. Di sana, ia akan meninjau fasilitas pendidikan bahasa Prancis yang digunakan oleh calon perwira TNI.

“Akan melihat laboratorium bahasa Prancis, tempat para perwira TNI mempersiapkan diri untuk pendidikan di Prancis,” kata Sjafrie dikutip dari Laman Setkab RI.

Isu Tambang dan Nikel Masuk Agenda Ekonomi

Dalam rombongan Macron turut hadir CEO baru perusahaan tambang Prancis Eramet, Paulo Castellari. Perusahaan ini tengah menjajaki investasi baru di Indonesia, termasuk negosiasi dengan Dana Investasi Pemerintah (Danantara) untuk pengembangan rantai pasokan baterai.

Melansir dari Reuters, Ketua Eramet, Christel Bories, menyebut kunjungan ini juga bertujuan membahas perizinan tambang terkait proyek nikel di Weda Bay. Eramet sebelumnya membatalkan proyek pengolahan nikel bersama BASF tahun lalu, namun tetap menaruh minat besar terhadap sektor ini.

Indonesia saat ini merupakan produsen dan pemilik cadangan nikel terbesar di dunia. Namun, pemerintah menerapkan pembatasan produksi yang menjadi tantangan bagi perusahaan asing seperti Eramet.

Sambutan Budaya Hangat

Presiden Macron, didampingi Ibu Negara Brigitte Macron, tiba di Jakarta pada Selasa (27/5) pukul 22.00 WIB. Kedatangan mereka disambut dengan upacara kehormatan dan penampilan tari tradisional Nandak Ajer, yang menjadi simbol sambutan budaya khas Indonesia.

Kunjungan Emmanuel Macron ke Indonesia bukan sekadar agenda diplomatik biasa. Dengan fokus pada kerja sama pertahanan dan investasi strategis, terutama di sektor alutsista dan pertambangan, hubungan bilateral Indonesia–Prancis memasuki babak baru yang lebih mendalam dan komprehensif.

***
Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore