
Sosok oknum dosen UIN Mataram inisial WJ saat sambangi mahasiswa yang jadi korban di Polda NTB. (Lombok Post).
JawaPos.com - Seorang oknum dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram berinisial W diduga kuat melakukan tindak asusila dan pencabulan terhadap sejumlah mahasiswa yang tinggal di asrama atau Ma’had UIN Mataram.
Yang lebih mengejutkan, oknum dosen W tiba-tiba mendatangi markas Polda NTB. Bukan untuk menyerahkan diri, melainkan untuk melabrak korban yang sudah lebih dulu melaporkan kejadian ini.
Dilansir dari Lombok Post (JawaPos Group), Koordinator Aliansi Stop Kekerasan Seksual NTB Joko Jumadi membenarkan kejadian tersebut.
“Awalnya untuk melabrak (mencari) korban di markas Polda,” ujarnya dikutip Jumat (23/5).
Untungnya, korban yang hendak dilabrak tersebut sudah lebih dulu diamankan. Menurut Joko, oknum dosen W datang atas inisiatif sendiri tanpa adanya panggilan resmi dari pihak kepolisian.
Lebih parahnya lagi, setelah sempat mengelak, dosen W akhirnya mengakui perbuatannya. Bahkan, jumlah korban dugaan pencabulan itu jauh lebih banyak dari yang diperkirakan sebelumnya.
“Dalam sejarah pelaku mendatangi kita di Polda dan mengaku,” lanjut Joko.
Kasus ini rupanya sudah terjadi sejak tahun 2021, namun baru sekarang mencuat ke permukaan setelah lima dari total tujuh korban melaporkan kejadian tersebut ke Subdit IV Ditreskrimum Polda NTB.
“Hari ini ada tiga orang yang berikan keterangan, nanti Kamis dua orang,” ujar Joko.
Diketahui, modus pelaku sangat licik. Ia berpura-pura menjadi sosok ayah atau orang tua bagi mahasiswa yang menjadi korban, sebelum akhirnya memanipulasi mereka secara emosional dan psikologis.
"Dia melakukan manipulasi seolah-olah menjadi orang tua dari anak-anak tersebut, kalau kemarin jadi anak batin, kalau ini menjadi ayah, kemudian melakukan manipulasi agar keinginannya bisa dituruti," beber Joko.
Aksi bejat itu bahkan disaksikan langsung oleh beberapa mahasiswa lainnya, dan disebut-sebut dilakukan terhadap mahasiswa penerima beasiswa yang merasa tak berdaya menghadapi relasi kuasa pelaku yang merupakan pejabat kampus.
"Dia pimpinan di sana, ini relasi kuasa," jelasnya.
Ironisnya, korban mengaku telah melapor ke pihak kampus, namun laporan mereka tak digubris. Bahkan, mereka disebut diminta diam dan tidak menyebarkan kejadian tersebut.
Saat ini, dosen inisial W telah diperiksa oleh Polda NTB, dan kasusnya tengah bergulir.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
