
Perwakilan Rumah Berdaya Pengemudi Indonesia (RBPI) Ainun Masruro. (Istimewa)
JawaPos.com - Pemerintah baru saja mendapatkan tekanan luar biasa dari kalangan driver angkutan online. Tekanan itu disalurkan lewat aksi demontrasi besar yang menuntut perubahan skema potongan dari aplikator. Pemerintah juga dituntut untuk memperhatikan kalangan sopir lainnya.
Aspirasi itu disampaikan belasan komunitas sopir yang tergabung dalam Rumah Berdaya Pengemudi Indonesia (RBPI) dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi V DPR. Rapat itu sebagai bentuk respons atas maraknya demonstrasi dan protes yang dilakukan oleh ojol belakangan ini.
Di tengah-tengah rapat dengar pendapat tersebut, Ainun Masruro selaku perwakilan RBPI menyampaikan keinginan agar DPR tidak hanya menyorot driver angkutan online, tetapi pengemudi sub-sektor lainnya.
Dia mengatakan pengemudi itu bukan hanya driver taksi online atau ojek online, tetapi sopir yang bekerja di sektor lain juga butuh perhatian dan perlindungan dari pemerintah. "Sopir ekspedisi, sopir angkutan, sopir perkebunan, sopir pertambangan, sopir pribadi, dan yang lainnya mayoritas adalah pekerja informal. Kenapa DPR dan pemerintah hanya membicarakan ojol saja. Ini agenda apa," kata perempuan yang sudah lebih dari enam tahun menjadi driver ojek online itu.
Ibu rumah tangga yang sehari-hari bekerja penuh waktu sebagai pengemudi ojol tersebut berharap pemerintah dan DPR memperhatikan nasib pengemudi lain di luar ojol. "Anggota kami lebih beragam, bukan saja driver online," tandasnya.
Dia mencontohkan, meskipun menjadi sopir ekspedisi, angkutan umum, angkutan barang, atau angkutan perkebunan, sebagian besar pekerja informal dan tidak punya BPJS Ketenagakerjaan. Hampir tiap hari anggota mereka mengalami risiko kecelakaan. Selama ini sebagian besar anggotanya membayar iuran mandiri BPJS. "Harusnya negara menggratiskan iuran BPJS Ketenagakerjaan kami," tambah Ainun.
Sopir ojek online perempuan yang beroperasi di bilangan Jakarta Barat itu mengatakan, DPR dan pemerintah bisa lebih arif dalam membuat kebijakan. "Jangan hanya ingin populer padahal ada agenda lain yang kami tidak pernah tahu," kata dia. Baginya negara harus hadir secara konkrit. Negara harus alokasikan APBN untuk BPJS Ketenagakerjaan para supir. (wan)

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
