
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. (Muhamad Ali/Jawa Pos)
JawaPos.com–Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menekankan pentingnya kesehatan dan kecerdasan dalam menentukan kualitas hidup seseorang, termasuk penghasilan yang diperoleh. Budi menyebut, orang bergaji Rp 15 juta bisa lebih sehat dan pintar daripada berpenghasilan Rp 5 juta.
“Apa sih bedanya orang yang gajinya Rp 15 juta sama Rp 5 juta? Cuma dua. Satu, dari Rp 15 juta pasti lebih sehat dan lebih pintar,” kata Budi dalam acara diskusi bertajuk Double Chek dengan tema Bagaimana Visi Kesehatan Era Prabowo? di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (17/5).
Menurut Budi, penghasilan yang lebih tinggi mencerminkan kualitas individu yang lebih baik dalam menjaga kesehatan serta kemampuan intelektual yang dimiliki. Dia menegaskan, seseorang tidak mungkin memiliki gaji besar jika tidak sehat dan tidak pintar.
“Kalau dia enggak sehat dan enggak pintar, enggak mungkin gajinya Rp 15 juta, pasti gajinya Rp 5 juta. Kalau dia pintar aja tapi enggak sehat, sama juga, kalau dia sehat tapi nggak pintar, sama juga,” ujar Budi.
Karena itu, Budi menekankan kehadiran peran Kementerian Kesehatan dalam menjaga dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
“Nah ini kenapa namanya Menteri Kesehatan, Dinas Kesehatan, bukan Menteri Kesakitan atau Dinas Kesakitan, atau Menteri Kedokteran, Dinas Kedokteran,” papar Budi.
Dia menegaskan, tugas utama kementerian yang dipimpinnya untuk memastikan masyarakat tetap sehat, bukan hanya menangani orang yang sakit. Oleh karena itu, pendekatan yang dilakukan lebih mengedepankan aspek pencegahan dan promosi kesehatan.
“Karena tugasnya adalah menjaga masyarakat agar tetap sehat,” tutur Budi.
Lebih lanjut, Budi juga menguraikan pentingnya menjaga kesehatan masyarakat, yaitu promotif dan preventif. Dia menekankan pentingnya kesadaran masyarakat akan peran aktif dalam menjaga kesehatannya sendiri, sebagai fondasi untuk mencapai kehidupan yang lebih produktif dan berkualitas.
“Sekarang gimana caranya untuk menjaga kita tetap sehat? Itu istilahnya itu promotif dan preventif. Promotif artinya mengedukasi, menjaga lifestyle, termasuk lingkar perut, itu proses menjaga lifestyle kan. Dan itu harus diedukasi, tugasnya saya adalah melakukan edukasi,” ungkap Budi.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Ekuador vs Jerman di Piala Dunia 2026: Der Panzer Kejar Rekor Sempurna di Fase Grup
