Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 17 Mei 2025 | 03.57 WIB

Maxim Indonesia Buka Suara soal Rencana Demo Besar-besaran Driver Ojol pada 20 Mei 2025

Maxim, buka suara terkait rencana aksi unjuk rasa para driver atau pengemudi ojek online (ojol) pada 20 Mei 2025 mendatang. (Istimewa) - Image

Maxim, buka suara terkait rencana aksi unjuk rasa para driver atau pengemudi ojek online (ojol) pada 20 Mei 2025 mendatang. (Istimewa)

JawaPos.com - Perusahaan penyedia layanan transportasi online, Maxim, buka suara terkait rencana aksi unjuk rasa para driver atau pengemudi ojek online (ojol) pada 20 Mei 2025 mendatang. 

Manajemen Maxim memastikan bahwa layanan pengguna akan terus berjalan dengan normal di tengah ancaman para pengemudi ojek dan taksi online akan mematikan aplikasinya. 

"Kami sampaikan bahwa aksi unjuk rasa tersebut tidak berpengaruh terhadap operasional penggunaan layanan di aplikasi Maxim. Maxim akan tetap bekerja secara normal dan terus berusaha untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pengguna kami," kata Public Relations Maxim Indonesia, Yuan Ifdal Khoir kepada JawaPos.com, Jumat (16/5). 

"Setiap pengguna tetap dapat menggunakan beragam layanan di aplikasi Maxim seperti biasa," tambahnya. 

Sementara itu, terkait dengan seruan aksi demonstrasi termasuk pada aksi off bid atau penonaktifan aplikasi yang dilakukan mitra pengemudi, Maxim memastikan bahwa seruan tersebut merupakan inisiatif pengemudi yang berada di luar jangkauan aplikator. 

Bahkan, Maxim secara tegas tidak mendukung tindakan protes yang dapat mengganggu ketertiban umum dan tidak pernah memberikan perintah atau imbauan apapun kepada mitra pengemudi untuk melakukan penonaktifan aplikasi. 

"Kami mengimbau mitra pengemudi Maxim untuk tetap melayani kebutuhan pengguna agar tetap bisa mendapatkan penghasilan dan tidak mudah terprovokasi dalam aksi unjuk rasa dengan selalu menjaga keamanan dan ketertiban," tegasnya. 

Mengenai tuntutan pengemudi untuk menurunkan tarif, dapat kami sampaikan bahwa penurunan regulasi tarif dapat menyebabkan kenaikan biaya perjalanan karena pengoperasian secara fungsional dan penyediaan layanan yang tersedia menjadi semakin sulit. 

Artinya, kata Yuan, tidak semua orang dapat menggunakan layanan e-hailing untuk menunjang keperluan mereka sehari-hari secara teratur. Selain 
itu, perubahan regulasi tarif dapat menyebabkan penurunan permintaan dari konsumen sehingga 
kesempatan pekerjaan dan pendapatan bagi mitra pengemudi akan semakin sedikit. 

Di sisi lain, dengan penurunan regulasi tarif, perusahaan memiliki kemungkinan untuk mempersempit cakupan aplikasinya.

Bahkan, sangat mungkin, Maxim akan menutup layanan di kota-kota operasional jika permintaan menurun sehingga pengemudi dapat kehilangan kesempatan untuk bekerja. 

"Jadi, kami mendukung keseimbangan dan motivasi yang akan membantu mitra untuk membuat pesanan dengan sukses. Ini adalah ide utama yang didukung Maxim," ungkapnya.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore