
Salah satu pusat perjudian kasino terbesar di Las Vegas, Amerika Serikat. (Travel + Leisure)
JawaPos.com - Usulan DPR untuk pemerintah menambah objek penerimaan negara, kembali menuai sorotan. DPR RI mengusulkan agar pemerintah sebaiknya melegalkan perjudian, kasino, seperti di beberapa negara misalnya Amerika Serikat, UEA, dan beberapa negara tetangga di Asia lainnya.
Usulan tersebut datang dari anggota Komisi XI DPR RI Fraksi Partai Golkar, Galih Kartasasmita. Dia mengusulkan pernyataan mengejutkan saat rapat bersama kementerian terkait membahas optimalisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
Dalam pernyataannya, Galih menyarankan agar pemerintah mulai mempertimbangkan sektor-sektor nonkonvensional sebagai sumber penerimaan negara, termasuk ide kontroversial seperti pengoperasian kasino.
Menurut Galih, selama ini Indonesia terlalu bergantung pada sumber daya alam (SDA) sebagai tulang punggung penerimaan negara. Ia menyoroti bahwa meski SDA Indonesia memang kaya dan dominan, ketergantungan berlebihan pada sektor tersebut bisa menjadi kelemahan jangka panjang.
"Sekitar 15 tahun yang lalu, 10 sampai ke atas lah UEA (Uni Emirat Arab) itu pemasukan terbesarnya dari SDA. Tapi sejak krisis minyak pada saat itu, mereka sadar bahwa nggak bisa terus bergantung ke sana," kata Galih.
Usulan tersebut kemudian viral di jagat media sosial. Pro dan kontra? Sudah pasti. Bahkan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti ikut menanggapi.
Susi Pudjiastuti memang dikenal aktif di media sosial (medsos) khususnya di X. Susi Pudjiastuti juga rutin menanggapi berbagai isu dan pemberitaan yang sekiranya viral. Termasuk wacana melegalkan perjudian, kasino di Indonesia.
Apakah Susi Pudjiastuti setuju dengan wacana tersebut? Jawabannya mengambang saat menanggapi pemberitaan salah satu media nasional.
Namun demikian, Susi Pudjiastuti menyebut bahwa judi kasino memiliki damage atau bahaya yang lebih terukur jika dibandingkan dengan perjudian online yang selama ini meresahkan. Sudah lama kucing-kucingan tapi tak kunjung bisa dibereskan pemerintah.
"Kasino jauh lebih terukur damage-nya. Judol & Pinjol harus dihentikan," tulis Susi Pudjiastuti, dikutip Selasa (13/5).
Komentarnya itu langsung mendapat atensi dari khalayak, para pengikutnya di media sosial X. Banyak yang pro, tidak sedikit yang kontra.
Banyak yang menilai wacana melegalkan kasino di Indonesia sah saja dilakukan, namun dengan pengawasan yang ketat dan tentunya tidak korup.
"Kasino dan lokalisasi sih bu, emang harusnya lebih di organisir dan ditata. Ini bukan mendukung perbuatan dosa, tapi kita bisa memantau, membatasi, dan mengatur peredarannya biar ngga melebar kemana mana," komentar pengguna X dengan akun @gokonglicious.
Netizen lainnya menanggapi hal tersebut dengan mengaitkan Indonesia sebagai negara "beragama". Seperti biasa, jadi perdebatan, ada yang pro, dan kontra.
"Strategi "kalau tidak bisa dibasmi sepenuhnya, maka kita kendalikan saja". Strategi yang bagus tapi sulit diterapkan di Indo. Bukan bermaksud menyalahkan, tapi agama jadi faktor utamanya. Saya sendiri gak bisa bayangkan negara mayoritas Islam gini punya kasino sendiri," komentar akun X @Rea72232237.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Live Streaming PSS Sleman vs Garudayaksa FC Final Liga 2 dan Prediksi Skor: Trofi Bergengsi Menanti Pemenang!
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Prancis Hari Ini: Momentum Veda Ega Rebut Pole Position!
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
