
Prosesi pengambilan Api Dharma Mrapen di Desa Manggar Mas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah pada Sabtu (10/5). (Humas Kemenag)
JawaPos.com - Umat Buddha Indonesia saat ini sedang bersiap menyambut peringatan Tri suci Waisak 2025.
Rangkaian kegiatan puncak Perayaan Tri Suci Waisak diawali dengan pengambilan Api Dharma dari Sumber Api Alam Mrapen di Desa Manggar Mas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah pada Sabtu (10/6).
Tahun ini, peringatan Waisak dipusatkan di Candi Borobudur. Sesuai kalender pemerintah, Waisak jatuh pada Senin (12/5).
Prosesi pengambilan api dilakukan sekitar pukul 12.00 WIB oleh para bhikkhu sangha. Kemudian perwakilan beberapa majelis umat Buddha, ,Kemenag, TNI, Polri, perwakilan pemerintah setempat dan beberapa instansi terkait.
Sebelum acara pengambilan Api Dharma, prosesi diawali dengan penyalaan lilin panca warna. Serta pembacaan paritta suci dari masing-masing majelis.
Di antaranya majelis Sangha Theravada Dhamayut Indonesia, MBMI, Palpung, ZFZ Kasogatan, Sangha Mahayana Indonesia, dan Martrisia.
Bhante Subhacaro selaku perwakilan dari Bhikku Sangha menjelaskan, penggunaan Api Dharma Mrapen dalam kegiatan Waisak merupakan hal yang rutin dilakukan. Yaitu sebagai simbol kebangkitan dan pencerahan.
Melalui api ini, kata dia, diharapkan ada spirit kuat untuk menghilangkan hal-hal yang bersifat buruk. Serta membangkitkan jiwa-jiwa yang baik.
"Setelah berhasil mengendalikan itu semua, diharapkan bisa membangkitkan jiwa-jiwa yang baik dalam kita dan membangkitkan kesadaran kita untuk mengikis keserakahan, kebodohan dan kebencian," katanya.
Jika itu terlaksana, maka wujud kesejatian akan muncul dan akhirnya pula manusia mengembangkan cinta kasih, kasih sayang dan bisa mewujudkan perdamaian dunia.
Menurut Bhante Subhacaro, perdamaian dunia bisa terwujud jika rasa cinta kasih terus dikembangkan. Sebab jika sifat lobha bisa berkurang maka otomatis perasaan-perasaan kepada semua makhluk akan timbul.
Sebaliknya, jika yang dikembangkan adalah keserakahan maka akan memicu sifat keserakahan bahkan peperangan.
"Ini sesungguhnya makna api sebagai wujud dari perdamaian. Ada pengendalian diri dan juga kasih sayang," tandasnya.
Melalui semangat Api Dharma, umat juga diharapkan memiliki tekad kuat untuk membangkitkan sifat-sifat baik dan memacu semangat dalam mengarungi kehidupan.
Selain itu, Api Dharma Mrapen juga bisa menjadi sarana melatih diri untuk membiasakan dalam perbuatan-perbuatan positif. Jika hal ini terbentuk maka diyakini mampu melahirkan kesejatian abadi berupa tindakan yang tenang dan perdamaian.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
