Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 8 Mei 2025 | 22.27 WIB

5 Fakta Kardinal Ignatius Suharyo, Wakil Indonesia yang Mengikuti Konklaf di Casa Santa Marta Vatikan

Kardinal Ignatius Suharyo. (Vatican News) - Image

Kardinal Ignatius Suharyo. (Vatican News)

JawaPos.com — Kardinal Ignatius Suharyo mulai 7 Mei 2025 mengikuti prosesi konklaf untuk pemilihan Paus baru. Sebelumnya Uskup Agung Jakarta tersebut telah tiba di Vatikan Senin, 5 Mei lalu.

Melalui akun Instagram Humas Keuskupan Agung Jakarta @humaskaj, Kardinal ketiga yang mengikuti prosesi konklaf dari Indonesia itu terlihat sudah memakai busana liturgi jubah berwarna hitam dengan selempang pinggang berwarna merah kirmizi.

Kehadiran Kardinal Ignatius Suharyo disambut baik dan hangat oleh warga setempat. Bahkan banyak wartawan yang menghampiri untuk melakukan wawancara dengan salah satu perwakilan kardinal dari Asia Tenggara. Momen kehadiran Kardinal Ignatius Suharyo yang disambut baik oleh warga setempat pun tak luput dibagikan melalui Instagram @humaskaj.

Sebagai satu-satunya wakil dari Indonesia yang mengikuti prosesi sakral yang terlaksana secara tertutup dan rahasia itu, Kardinal Suharyo mencuri perhatian tidak bagi masyarakat Indonesia tapi juga dunia. Berikut fakta-fakta tentang Kardinal Ignatius Suharyo:

1. Asli Sedayu, Bantul, Jogjakarta

Kardinal yang memiliki nama lengkap Suharyo Hardjoatmodjo ini lahir di Sedayu, Kabupaten Bantul, Jogjakarta. Dilansir dari laman press.vatican.va, anak dari Florentinus Amir Hardjodisastro dan Theodora Murni Hardjadisastra ini merupakan anak ketujuh dari sepuluh bersaudara. Kardinal Ignatius Suharyo memasuki seminari menengah di Mertoyudan, Kabupaten Magelang saat berusia 11 tahun.

2. Menjabat Juga Sebagai Uskup Ordinariat Militer Indonesia

Selain menjabat sebagai Uskup Agung Jakarta sejak tahun 2010. Kardinal Kardinal Ignatius Suharyo juga menjabat sebagai Uskup Ordinariat Militer Indonesia.

Menurut laman collegeofcardinalsreport.com, Uskup Ordinariat Militer Indonesia merupakan keuskupan di Indonesia untuk umat Katolik di lingkungan kerja TNI dan Polri di Indonesia. Kardinal Suharyo telah menjabat sebagai Uskup Ordinariat Militer sejak tahun 2006.

3. Mantan Dekan Fakultas Teologi Universitas Sanata Dharma, JogJakarta

Setelah ditasbihkan menjadi pendeta pada tahun 1976, Kardinal Ignatius Suharyo terjun di dunia akademik di berbagai lembaga baik sebagai formator maupun profesor. Salah satunya menurut informasi dari laman The College of Cardinal Report pernah menjabat sebagai Ketua Jurusan Filsafat dan Teologi Institut Keguruan Ilmu Pendidikan (IKIP) Sanata Dharma, Yogyakarta dari tahun 1983 hingga 1993. Dan Dekan Fakultas Teologi Universitas Sanata Dharma pada tahun 1993-1997.

4. Vokal terhadap Isu Keadilan Sosial, Lingkungan, dan Hubungan Antar Umat Beragama

Masih menurut laman The College of Cardinal Report, Kardinal yang saat ini telah berusia 75 tahun itu terkenal vokal dan melakukan advokasi dalam isu keadilan sosial, lingkungan dan hubungan antar agama di masyarakat. Salah satu prestasi Kardinal Suharyo dalam mengadvokasi isu sosial dan hubungan antar agama adalah dengan membentuk Komisi Keadilan dan Perdamaian Katolik di Jakarta pada tahun 2016.

Dalam isu lingkungan, Kardinal yang menyelesaikan pendidikan doktornya di Roma, Italia ini sering menyoroti masalah sampah plastik yang menjadi ancaman bagi kehidupan masyarakat. Kardinal Suharyo juga menjadi tokoh penting dalam dibangunnya Terowongan Silaturahmi Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral di Jakarta.

5. Satu dari 13 Kardinal Baru yang Ditahbiskan oleh Paus Fransiskus

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore