
Dirjen Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemlu Judha Nugraha memaparkan beberapa kasus yang ditangani oleh pemerintah tahun ini dan tahun lalu. (Syahrul Yunizar/JawaPos.com).
JawaPos.com - Berbagai persoalan membelit WNI di luar negeri. Berdasar catatan Kementerian Luar Negeri (Kemlu), ada puluhan ribu kasus terjadi sepanjang tahun lalu. Sebanyak 314 diantaranya berkaitan dengan WNI yang menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
Direktur Jenderal Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia Kemlu Judha Nugraha menyampaikan hal itu dalam Dialog Nasional bertema Transformasi Digital: Jeratan Scammer Judi Online Lintas Negara dan Upaya Penyelamatan PMI/WNI Bermasalah Sebagai Korban TPPO dari Luar Negeri.
Dialog tersebut diselenggarakan oleh Serikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) pada Kamis (24/4). Dalam kesempatan tersebut, Yudha menyampaikan bahwa ada 64 ribu kasus WNI di luar negeri sepanjang 2024. Angka tersebut meningkat lebih dari dua kali lipat bila dibandingkan dengan angka kasus serupa pada lima tahun lalu.
”Dapat kami sampaikan bahwa pada tahun lalu total ada 67 ribu kasus yang dihadapi oleh warga negara Indonesia di luar negeri. Dan kami mencatat jumlah kasusnya terus meningkat dari tahun ke tahun,” terang Judha.
Data milik Kemlu mencatat, ada 24 ribu kasus WNI di luar negeri pada 2019. Bandingkan dengan tahun lalu yang meningkat pesat menjadi 67 ribu kasu. Yudha menyatakan bahwa pemerintah tidak berdiam diri. Berbagai upaya sudah dilakukan. Namun demikian, kasus baru terus bermunculan hingga akhirnya naik signifikan hanya dalam lima tahun.
”Tantangan kita yang terbesar itu adalah sebanyak apapun kasus yang sudah kita selesaikan, ternyata penambahan kasus baru jauh lebih cepat. Ini sebagai contoh saja, di tahun 2023, 19 warga negara kita sudah bisa kita bebaskan dari ancaman hukuman mati. Namun di tahun yang sama ada 25 kasus baru, WNI kita yang terancam hukuman mati,” imbuhnya.
Belum lagi tantangan lain berupa TPPO. Yudha menyatakan bahwa sepajang 2024 ada 314 kasus TPPO di luar negeri. Dia pun menegaskan, angka tersebut hanya yang sudah ditangani oleh Kemlu. Bukan angka keseluruhan. Sehingga bisa saja, jumlah korban dan kasus TPPO di luar negeri lebih dari angka tersebut.
”Di luar sana mungkin masih ada warga negara kita yang menjadi korban TPPO namun tidak memiliki akses untuk melaporkan kepada perwakilan Kemlu,” ujarnya.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
