
Ilustrasi ibu dan anak. (Freepik)
JawaPos.com - Psikolog keluarga Samanta Elsener menyebut bahwa secara insting, setiap perempuan merasa siap untuk menjadi ibu. Menurutnya, kesiapan ini bukan sekadar soal usia atau status pernikahan, tetapi merupakan bagian dari naluri alamiah yang dimiliki perempuan sejak lama.
"Sebagai perempuan, secara insting itu selalu merasa siap jadi ibu. Selalu ya," ujarnya, Senin (21/4).
Hal ini, kata Samanta, muncul karena energi feminin dalam diri perempuan memang tercipta untuk melindungi dan mencurahkan kasih sayang, terutama kepada anak-anaknya.
Namun, Samanta menegaskan bahwa kesiapan secara insting tidak berarti semua perempuan langsung siap secara emosional dan mental. Banyak hal yang memengaruhi kesiapan menjadi ibu, termasuk tekanan sosial, dinamika emosional, dan pertimbangan pribadi.
Tak hanya dari sisi psikologis, pentingnya pemenuhan nutrisi di masa kehamilan dan 1.000 hari pertama kehidupan juga mesti jadi sorotan.
Menurut dr. Ardiansjah Dara Sjahruddin, SpOG, banyak ibu hamil di Indonesia yang masih mengalami kekurangan nutrisi penting seperti protein, kalsium, DHA, zat besi, dan asam folat.
"Kekurangan ini bisa berdampak serius, mulai dari anemia hingga gangguan perkembangan janin," jelasnya.
Banyak Generasi Z Tunda Kehamilan
Berdasarkan data BPS dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2022, sekitar 8,2 persen perempuan usia 15–49 tahun yang sudah menikah memilih menunda atau bahkan menghindari kehamilan.
Angka ini mencerminkan perubahan sikap terhadap peran keibuan, terutama di kalangan generasi muda seperti generasi Z.
Samanta menyebut bahwa Gen Z cenderung lebih terencana, ingin mencetak prestasi terlebih dahulu, dan sadar pentingnya kesiapan finansial sebelum menjadi orang tua.
“Mereka pengen kasih yang terbaik buat anaknya. Mereka riset, diskusi, dan banyak kepo ke antar generasi sebelum ambil keputusan,” tambahnya.
Sehubungan dengan itu, dalam peringatan Hari Kartini tahun ini, Kalbe Nutritionals melalui PRENAGEN meluncurkan kampanye bertajuk “Siapa Takut Jadi Ibu!”—sebuah gerakan untuk mengubah stigma dan mendorong perempuan menjalani proses kehamilan dengan percaya diri.
Junita, Brand Group Manager PRENAGEN, menjelaskan bahwa kampanye ini hadir untuk merangkul perempuan yang merasa takut atau ragu menjalani kehamilan.
“Kehamilan bukan sekadar proses biologis. Ada banyak dinamika emosional yang terjadi. Sayangnya, banyak perempuan yang masih dituntut untuk siap secara instan tanpa ruang untuk memproses perasaannya,” katanya.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
