JawaPos.com - Selama ini jamaah haji Indonesia menggunakan bus milik perusahaan asing. Mulai tahun ini, jamaah bakal merasakan naik bus berbendera merah putih. Meskipun jumlah armadanya belum terlalu banyak, bus haji berbendera merah putih itu bisa meningkatkan rasa kebangsaan di kalangan jamaah.
Keberadaan armada bus haji berbendera merah putih itu merupakan bagian dari investasi dana haji oleh BPKH Limited. Sebagai bagian dari upaya peningkatan layanan bagi jemaah haji dan umrah, secara resmi mereka meluncurkan 60 unit armada bus baru. Sebanyak 35 di antaranya merupakan investasi melalui skema Kerja Sama Operasional (KSO) dengan perusahaan transportasi Huda Al-Hijaz dan Kayan Almashaer. Bus-bus ini akan beroperasi untuk mendukung mobilitas jemaah haji dan umrah di Arab Saudi.
Acara peluncuran berbendera merah putih itu, dilakukan di pool bus Huda Al-Hijaz yang berlokasi di Jummum, Kota Makkah. Kegiatan ini menandai langkah strategis dalam pengelolaan keuangan haji melalui investasi langsung dalam ekosistem haji dan umrah yang dijalankan oleh BPKH melalui BPKH Limited.
Dengan adanya unit-unit armada bus baru itu, diharapkan mobilitas jemaah menjadi lebih lancar, aman, dan nyaman. Seiring dengan meningkatnya jumlah jemaah yang datang setiap tahunnya.
Dalam sambutannya Anggota Badan Pelaksana BPKH M. Arif Mufraini menyampaikan bahwa investasi armada bus itu merupakan bagian dari strategi BPKH untuk meningkatkan kualitas layanan transportasi bagi jemaah haji dan umrah. “Investasi ini bukan hanya menghadirkan fasilitas transportasi yang lebih modern, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam mendukung efisiensi dan kenyamanan jemaah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci," kata Arif dalam keterangannya Senin (17/3).
Dia mengatakan BPKH berharap kehadiran bus-bus itu dapat memberikan manfaat langsung kepada jemaah. Serta menjadi bagian dari peningkatan kualitas layanan yang terus mereka upayakan.
Sementara itu Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Kementerian Agama Muchlis Muhammad Hanafi menekankan pentingnya transportasi yang andal dalam penyelenggaraan haji dan umrah. Baginya mobilitas jemaah adalah salah satu aspek paling krusial dalam penyelenggaraan ibadah haji dan umrah. "Dengan hadirnya armada baru ini, kami berharap perjalanan jemaah dapat lebih nyaman dan efisien. Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas layanan bagi jemaah Indonesia dan memastikan mereka dapat beribadah dengan lebih nyaman,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama Khaled Meshfer Al Hashlan selaku CEO Kayan Almashaer mengatakan bahwa kerja sama itu akan meningkatkan efisiensi dalam mobilitas jemaah. “Kami berkomitmen untuk menyediakan layanan transportasi yang berkualitas dan profesional. Dengan sinergi ini, kami yakin dapat menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman dan tepat waktu bagi jemaah,” ujarnya.
Abdulrahman Al-Ghamdi selaku Chairman of Board of Director Huda Al-Hijaz, mengatakan merasa terhormat dapat menjadi bagian dari inisiatif luar biasa itu. Dengan pengalaman di sektor transportasi, mereka akan memastikan bahwa seluruh bus yang dioperasikan memiliki standar tertinggi dalam hal keamanan dan kenyamanan. "Kolaborasi ini adalah langkah maju dalam meningkatkan layanan transportasi bagi jemaah haji dan umrah, dan kami optimis terhadap manfaat jangka panjang yang akan dirasakan oleh para jemaah," katanya.
Seperti diketahui layanan transportasi darat pada saat musin haji sangat krusial. Jamaah membutuhkan armada bus yang prima untuk perjalanan dari bandara ke hotel dan sebaliknya. Kemudian untuk perjalanan dari Madinah ke Makkah atau sebaliknya, juga butuh bus yang prima. Pasalnya perjalanan membutuhkan waktu sekitar 5 jam. Selain itu juga membutuhkan bus untuk angkutan dari penginapan menuju Masjidilharam dan sebaliknya.