Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 22 Februari 2025 | 18.09 WIB

Banteng Ketaton!

ILUSTRRASI. (AGUNG KURNIAWAN/AI/JAWA POS) - Image

ILUSTRRASI. (AGUNG KURNIAWAN/AI/JAWA POS)

Instruksi Megawati Soekarnoputri kepada para kadernya agar menunda kedatangan ke retret dinilai sebagai ekspresi kemarahan PDIP. Kemendagri menyebut 47 kepala daerah absen dari kegiatan di Akademi Militer tersebut meski mereka masih ditunggu sampai dengan hari ini.

AGUS DWI PRASETYO, Jakarta-ROFIK SYARIEF, Magelang-ADENNYAR WYCAKSONO, Semarang

---

SAAT sebagian besar koleganya sesama kepala daerah hasil Pilkada Serentak 2024 meriung di Akademi Militer di Magelang, Agustina Wilujeng memilih ke Pasar Johar. Wali kota Semarang itu memimpin kegiatan bersih-bersih dalam rangka Hari Peduli Sampah Nasional.

’’Saya menunda keberangkatan. Jadi sambil menunggu perintah lanjutan, saya ke sini (Johar, Red),” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang kemarin (21/2).

Perintah lanjutan yang dimaksud adalah instruksi Megawati Soekarnoputri, ketua umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), partai tempatnya bernaung. Diedarkan pada Kamis (20/2) malam sekitar pukul 22.00 WIB, Megawati meminta kepala daerah dan wakil kepala daerah dari PDIP untuk menunda perjalanan ke Magelang.

”Sekiranya telah dalam perjalanan menuju Kota Magelang untuk berhenti dan menunggu arahan lebih lanjut dari ketua umum,” kata Megawati dikutip dari surat instruksi tersebut kemarin (21/2).

Surat itu ditujukan untuk 160 lebih kepala daerah dan wakil kepala daerah dari PDIP yang dijadwalkan ikut retret. Instruksi tersebut dirilis hanya beberapa jam setelah Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto ditahan KPK.

Surat instruksi Megawati Soekarnoputri untuk kader PDIP yang menjadi kepala daerah. (Istimewa)

Karena itu, kuat dugaan ini adalah reaksi kemarahan partai berlambang kepala banteng bermoncong putih tersebut. Mereka merasa ketaton (terluka) karena menganggap penahanan Hasto sarat muatan politis.

Luka itu bisa jadi bukan hanya karena kasus Hasto. Tapi, menjulur panjang ke belakang sampai periode sebelum dan selama pemilihan presiden. PDIP juga berada di luar pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka meskipun tidak secara terbuka menyatakan beroposisi. Sampai dengan kemarin, Prabowo dan Megawati belum bisa bertemu.

Instruksi Megawati tersebut juga membuat Gubernur dan Wakil Gubernur Bali Wayan Koster serta I Nyoman Giri Prasta dikabarkan ikut menunda keberangkatan ke Magelang. Bersama bupati serta wakil bupati dari provinsi sama yang berasal dari PDIP, hingga tadi malam mereka menunggu instruksi lanjutan.

”Semua masih stand by di Jogjakarta,” ujar sebuah sumber kepada Jawa Pos Radar Bali.

Info yang diterima Jawa Pos dari sejumlah sumber, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi sampai dengan tadi malam juga masih menunda keberangkatan ke Magelang. Namun, kemungkinan Eri yang juga ketua Apeksi (Asosiasi Pemerintahan Kota Seluruh Indonesia) tetap mengikuti retret.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore