JawaPos.com-Presiden Prabowo Subianto melakukan perombakan atau reshuffle Kabinet Merah Putih, pada Rabu (19/2). Reshuffle itu menyasar Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Satryo Soemantri Brodjonegoro yang pertama kali terkena reshuffle, setelah 122 hari pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Sejak menjabat sebagai Mendikti Saintek, Satryo Soemantri Brodjonegoro kerap menuai kontroversi hingga mendapat sorotan publik. Satryo Soemantri hanya menjabat Mendikti Saintek kurang lebih selama empat bulan.
Berikut sederet kontroversi yang pernah dilakukan Satryo Soemantri Brodjonegoro.
1. Didemo ratusan pegawai Kemendikti Saintek
Ratusan pegawai Kemendikti Saintek menggelar aksi demonstrasi di lobi kantor kementerian di Jalan Pintu Senayan, Jakarta Pusat, pada Senin (20/1). Mereka melakukan aksi protes kepemimpinan Menteri Satryo Soemantri Brodjonegoro yang dinilai arogan dan kasar dalam bersikap terhadap bawahannya.
Aksi unjuk rasa itu dilakukan setelah munculnya penamparan dan pemecatan pegawai, sebagaimana disampaikan oleh sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) yang melakukan aksi protes di depan Gedung Kemendikti Saintek, Jakarta.
Ketua Paguyuban Pegawai Dikti Suwitno mengungkapkan, permasalahan di lingkungan Kemendikti Saintek ini bukan baru terjadi. Kasus sudah mulai muncul sejak adanya pergantian pejabat baru usai dilantiknya Satryo sebagai Mendikti Saintek.
Dia menyebut, ada pejabat tinggi seperti direktur yang dicopot dari jabatannya dengan tidak fair. “Kalau soal pergantian jabatan pimpinan itu hal yang biasa. Tapi ini dengan cara-cara yang tidak elegan, cara-cara tidak fair, cara-cara juga tidak sesuai prosedur,” ujar Suwitno di Kantor Kemendikti Saintek, Jakarta, Senin (20/1).
Permasalah ini kian runyam setelah salah satu pegawai Neni Herlina juga dipecat sepihak oleh Satryo. Neni yang bertugas dalam pelayanan untuk rumah tangga kementerian tiba-tiba dipecat sepihak. Diduga ada kesalahpahaman dalam langkah tugas yang kemudian menjadi fitnah. Neni dituding menerima sesuatu padahal dia tidak melakukannya.
“Kalau pegawai melakukan kesalahan, itu kan bisa ditindaklanjuti dengan penjatuhan hukuman disiplin. Tapi harus jelas prosedurnya. Ini tidak dilakukan sama sekali. Bahkan diusir dan diberhentikan katanya, diminta angkat kaki saat itu juga,” jelasnya.
2. Beredar rekaman amarah Satryo Soemantri
Selain mendapat protes dari pegawai, Satryo Soemantri Brodjonegoro juga menjadi sorotan setelah beredarnya rekaman suara yang diduga miliknya, di mana ia terdengar marah-marah hingga melontarkan makian kepada seseorang di rumah dinas Widya Chandra.
Rekaman tersebut mengungkapkan insiden yang dipicu oleh masalah air di kediamannya. Dalam rekaman tersebut, seorang pria yang diduga Satryo terdengar menuduh seseorang sengaja membuat air di rumahnya mati.
"Kamu sengaja ya biar air di rumah ini mati," ujar suara dalam rekaman tersebut.