
Potret ibu yang kesehatan mentalnya terganggu. (Freepik)
JawaPos.Com – Menjadi seorang ibu merupakan tantangan tersendiri bagi setiap perempuan. Sebab, seorang ibu memiliki tanggung jawab yang besar karena mereka melahirkan seorang anak tapi, juga sekaligus membesarkan mereka. Sehingga, setiap ibu pasti sangat membutuhkan dukungan dari orang-orang di sekitarnya.
Namun, tak semua ibu memiliki keberuntungan untuk tinggal di lingkungan yang sehat. Ada banyak ibu yang justru tinggal di lingkungan tidak sehat, sehingga menyebabkan mereka tak jarang mengalami mom shaming.
Melalui artikel ini, JawaPos.Com akan merangkum tentang apa itu mom shaming dan bagaimana cara menghadapi mom shaming jika seorang ibu mengalaminya.
Apa itu mom shaming?
Dilansir dari Acenda Health, mom shaming merupakan perbuatan di mana seseorang membully seorang ibu terhadap pilihan mereka, terutama dalam cara merawat, membesarkan, hingga memiliki anak. Perbuatan ini biasanya akan memengaruhi kesehatan mental seorang ibu karena mereka harus dituntut untuk mewujudkan standar yang realistis tentang bagaimana menjadi ibu yang ideal. Sehingga, tak jarang hal ini dapat menyebabkan seorang ibu mengalami kecemasan hingga depresi.
Contoh-contoh dari mom shaming, biasanya adalah tentang bentuk tubuh pasca melahirkan, pilihan dalam menyusui anak, jumlah anak, pekerjaan, hingga fisik anak pun tak jarang menjadi bahan komentar untuk menjatuhkan seorang ibu.
Dampak buruk bagi ibu korban mom shaming
Jika seorang ibu menjadi korban mom shaming, maka mereka akan mengalami banyak dampak buruk bagi diri mereka sendiri. Terkadang, dampak itu juga akan memengaruhi nasib si anak juga.
Dilansir dari Michigan Medicine, saat seorang ibu kerap mendengar caci maki dari orang lain, maka kepercayaan diri mereka akan terguncang dan mereka juga akan rentan mengalami kecemasan saat membesarkan anak mereka. Membesarkan anak membutuhkan dukungan dari orang di sekitar agar mental ibu menjadi sehat, sehingga kritikan yang menjatuhkan akan membuat mental ibu terguncang dan itu akan menjadi efek buruk bagi sang ibu. Bukan hanya sang ibu, seorang anak juga akan mengalami hal yang sama dalam kesehatannya jika mengalami hal tersebut.
Bagaimana cara menghadapi fenomena “mom shaming”?
Dilansir dari Instituto Psicologia-Sexologia Mallorca, menghindari perbuatan mom shaming, bisa dimulai dari diri kita sendiri untuk memperkuat solidaritas kepada perempuan yang memiliki anak. Alih-alih menghakimi pilihan mereka, ada baiknya kita mendukung pilihan mereka (selama itu tidak merugikan anak tersebut), menjadi pendengar yang baik, dan mau memberikan bantuan saat mereka membutuhkan.
Selain itu, perlu disadari bahwa perbedaan pendapat dan pilihan dalam setiap keluarga itu adalah hal yang baik adanya. Setiap dari orang tua pasti memikirkan matang-matang mengenai pilihan mereka dan itu adalah untuk kesejahteraan mereka serta keluarga. Sehingga, penting bagi kita untuk saling menghargai perbedaan yang ada.
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah bahwa, pengasuhan anak adalah tanggung-jawab kedua orang tua. Sehingga, tidak wajar untuk hanya menyalahkan satu pihak saja saat berdiskusi tentang pengasuhan anak.
Jika bullying tersebut terjadi di dunia maya, kita harus mampu melawan dan memberikan dukungan kepada para korban. Sebab, media sosial dipercaya dapat menjadi alat ampuh untuk melawan mom shaming. Terutama jika kita berani menyuarakan perlawanan terhadap perundungan kepada para ibu.
***

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
