
Ilustrasi sejumlah perawat beristirahat dengan mengenakan alat pelindung diri. Anggoro/Antara
JawaPos.com - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ikut berduka atas gugurnya para tenaga kesehatan akibat Covid-19. Meski para tenaga kesehatan sudah divaksinasi, laporan menunjukkan ratusan orang tetap terpapar dan belasan di antaranya meninggal dunia.
Semalam, Kamis (24/6), seorang tenaga kesehatan dilaporkan meninggal karena Covid-19 dan sudah dirawat di ICU seminggu lebih. Almarhum adalah nakes yang meninggal pertama kali karena Covid-19 selama RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet, DKI Jakarta berdiri.
"Saya juga sering ditanya bagaimana mengenai nakes kita? Banyak juga yang terkena," kata Menkes Budi dalam konferensi pers virtual, Jumat (25/6).
Meski begitu, menurutnya jika dibandingkan sebelum vaksinasi Covid-19 pada Januari dan Februari, angka kematian nakes saat ini jauh menurun drastis usai vaksinasi. Kini meski nakes terpapar, lanjutnya, paling banyak hanya menunjukkan gejala ringan atau tanpa gejala.
"Saya terus terang sedih, tapi di sisi lain lega. Dibandingkan sebelum Januari-Februari lebih banyak nakes sekarang menunjukkan OTG," katanya.
Maka dia meminta semua rumah sakit jika memang ada nakes yang terpapar, segera prioritaskan untuk ditangani dan dirawat. "Saya pastikan, saya instruksikan ke seluruh RS, agar mereka prioritaskan nakes. Kalau ada yang terkena, bisa dilayani dengan sebaik-baiknya," katanya.
Sebelumnya Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengumumkan sebanyak 14 dari 61 dokter yang sudah divaksinasi, meninggal setelah terpapar Covid-19 sepanjang Februari-Mei 2021.
Ketua Tim Mitigasi Pengurus Besar IDI dr. Moh. Adib Khumaidi menyebutkan 10 orang telah mendapat dua dosis vaksin Covid-19, sementara 4 lainnya baru menerima satu dosis. Sementara 47 dokter lainnya yang meninggal belum divaksin lantaran tidak memenuhi syarat vaksin terkait komorbid alias penyakit penyerta yang mereka miliki.
Mengapa angka kematian masih bisa terjadi sekalipun sudah vaksinasi? Pihaknya masih mengumpulkan informasi dan analisis lebih lanjut. Namun salah satu alasannya adalah karena dokter tersebut punya riwayat penyakit komorbid.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Getafe vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Napoli vs Bologna di Liga Italia: Partenopei Menang Tipis di Stadio Maradona
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Skor Racing de Santander vs Alaves di Liga Spanyol: Harapan Baba Zorros di El Sardinero
Prediksi Skor Lille vs Troyes di Liga Prancis: Kans Calvin Verdonk Cs Pesta Gol di Kandang
Kanaya Whu Vokalis MK9 Meninggal Dunia, Dedi Mulyadi Turut Berduka
Prediksi Skor Augsburg vs Bayer Leverkusen di Liga Jerman: Die Werkself Buru Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor RB Leipzig vs Hamburger SV di Liga Jerman: Die Roten Bullen Menang di Red Bull Arena
Prediksi Skor Celta Vigo vs Malaga di Liga Spanyol: Los Celestes Taklukkan Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Persija vs Persib di Super League 2026/2027: Macan Kemayoran Menang Dramatis!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022