Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 31 Desember 2024 | 22.35 WIB

PDIP Sebut Jokowi Permalukan Indonesia di Kancah Dunia Usai Masuk Finalis Pemimpin Terkorup

Presiden Joko Widodo (Jokowi) usai menjenguk cucu keenam dari putra bungsunya Kaesang Pangarep dan Erina Gudono di RSIA Bunda, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (16/10) malam. (Setpres) - Image

Presiden Joko Widodo (Jokowi) usai menjenguk cucu keenam dari putra bungsunya Kaesang Pangarep dan Erina Gudono di RSIA Bunda, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (16/10) malam. (Setpres)

JawaPos.com - PDI Perjuangan menyebut bahwa Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mempermalukan Indonesia di dunia internasional. Hal ini setelah Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP) merilis bahwa Jokowi masuk ke dalam daftar finalis pemimpin dunia paling korupsi.
 
"Jokowi mempermalukan Indonesia di mata dunia. Sekjen PDI Perjuangan belum merilis video-video tapi seakan-akan sudah didahului oleh laporan OCCRP bahwa Jokowi masuk salah satu pemimpin yang terkorup sedunia," kata juru bicara PDIP Mohamad Guntur Romli kepada wartawan, Selasa (31/12).
 
Guntur menegaskan, laporan yang dirilis OCCRP bisa menjadi rujukan bagi aparat penegak hukum untuk menelusuri praktik-praktik korupsi yang dilakukan Jokowi dan keluarganya. Salah satunya dugaan ekspor ilegal bijih nikel yang pernah disampaikan almarhum ekonom Faisal Basri. Dugaan korupsi itu disebut melibatkan Jokowi dan menantunya, Bobby Nasution.
 
 
"Juga laporan Ubedilah Badrun terkait dugaan korupsi, kolusi dan nepotesme (KKN) dinasti Jokowi," ucap Guntur.
 
OCCRP yang merupakan lembaga independen ternama di dunia diyakini memiliki bukti kuat untuk memasukkan Jokowi sebagai salah seorang pemimpin terkorup di dunia. Karena itu, ia meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk bisa menelusuri dugaan rasuah yang melibatkan Jokowi dan keluarganya.
 
"Dengan pengalaman dan jaringan KPK, tentu bisa bekerjasama dengan OCCRP untuk menyelidiki dan memeriksa Jokowi dan keluarganya," ujar Guntur.
 
Ia menegaskan, kasus-kasus besar yang melibatkan nama-nama pejabat tinggi negara yang seharusnya dikejar KPK. Ia menekankan, bukan seharusnya mengkriminalisasi PDIP melalui instrumen hukum.
 
"Bukan mengkriminalisasi Sekjen PDI Perjuangan yang bukan pejabat publik atau egara dan tidak pernah merugikan keuangan negara sepeserpun," cetus Guntur.
 
Lebih lanjut, Guntur menyampaikan terima kasih kepada Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang mampu menghadang Jokowi untuk melanjutkan perpanjangan pemerintahan menjadi tiga periode.
 
"Jokowi adalah salah satu pemimpin di dunia yang terkorup seperti dilaporkan oleh OCCRP saat ini. 2 periode saja, Jokowi sudah jadi salah satu pemimpin terkorup di dunia, bagaimana kalau 3 periode?," urai Guntur.
 
Sebelumnya, Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) masuk ke dalam daftar finalis pemimpin dunia paling korupsi, versi Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP). Selain Jokowi, pemimpin dunia lainnya yang juga masuk nominasi pemimpin terkorup di antaranya, Presiden Kenya William Ruto, Presiden Nigeria Bola Ahmed Tinubu, Mantan Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina dan pengusaha asal India Gautam Adani.
 
"Kami meminta nominasi dari para pembaca, jurnalis, juri Person of the Year, dan pihak lain dalam jaringan global OCCRP. Para finalis yang memperoleh suara terbanyak tahun ini adalah: Presiden Kenya William Ruto, Mantan Presiden Indonesia Joko Widodo, Presiden Nigeria Bola Ahmed Tinubu, Mantan Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina, Pengusaha India Gautam Adani," demikian laporan OCCRP, dikutip Selasa (31/12).
 
Penerbit OCCRP Drew Sullivan menjelaskan, kejahatan korupsi merupakan bagian mendasar dari upaya merebut negara dan menjadikan pemerintahan otokratis berkuasa.
 
Ia menyebut, pemerintahan yang korup melanggar hak asasi manusia (HAM), memanipulasi pemilu, menjarah sumber daya alam, dan pada akhirnya menciptakan konflik akibat ketidakstabilan yang melekat pada diri mereka. 
 
"Satu-satunya masa depan mereka adalah keruntuhan yang penuh kekerasan atau revolusi berdarah," pungkasnya.
Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore