Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 18 November 2024 | 22.53 WIB

Fadli Zon Ajukan Reog Ponorogo, Alat Musik Kolintang, dan Kebaya Jadi Warisan Budaya ke UNESCO

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengikuti rapat kerja dengan Komisi X DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (6/11/2024). (Salman Toyibi/Jawa Pos) - Image

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengikuti rapat kerja dengan Komisi X DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (6/11/2024). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com – Upaya pelestarian budaya terus ditingkatkan melalui berbagai program, termasuk pengajuan warisan budaya Indonesia ke UNESCO. Tahun ini Indonesia mengajukan tiga warisan budaya untuk diakui dunia.

’’Desember 2024, kita akan mengajukan reog Ponorogo, kolintang, dan kebaya sebagai warisan budaya tak benda dunia. Semoga proses ini berjalan lancar,” ujar Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon dalam acara Apresiasi Warisan Budaya Indonesia 2024 di Taman Fatahillah, Kota Tua, Jakarta, Sabtu (16/11) malam.

Proses itu, kata dia, melibatkan berbagai pihak. Mulai komunitas seni lokal, budayawan, hingga akademisi. Sebab, butuh penelitian mendalam dan dukungan penuh masyarakat setempat untuk mengumpulkan segala bukti dan fakta terkait budaya untuk diajukan ke UNESCO.

Dia mengungkapkan, pengajuan itu bertujuan memperkuat identitas bangsa. Selain itu, langkah strategis tersebut menjadi salah satu cara menunjukkan komitmen Indonesia dalam melestarikan tradisi sekaligus memperkenalkannya ke dunia. ’’Pengakuan UNESCO akan memberikan dampak positif terhadap pariwisata dan hubungan diplomatik,” tuturnya.

Lebih lanjut, Fadli Zon menjelaskan pentingnya menjaga dan melestarikan warisan budaya. Menurut dia, warisan budaya bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan juga aset tak ternilai yang menjadi identitas dan jati diri bangsa.

Belum lagi nilai-nilai luhur yang tecermin dari masing-masing warisan budaya. Mulai kebersamaan, gotong royong, hingga penghormatan terhadap keberagaman. ’’Jadi, warisan budaya adalah national treasure,” sambungnya.

Tahun ini Kementerian Kebudayaan juga menetapkan 272 budaya sebagai warisan budaya tak benda (WBTb) Indonesia. Selain itu, ditetapkan pula 17 cagar budaya di Indonesia sebagai cagar budaya peringkat nasional. Penetapan itu, kata dia, dilakukan melalui proses panjang dan bertahap melalui sidang-sidang yang melibatkan tim ahli warisan budaya tak benda Indonesia, tim ahli cagar budaya nasional, pemerintah daerah tingkat provinsi dan kabupaten/kota yang membidangi kebudayaan, lembaga, para maestro, pemilik dan pengelola cagar budaya, pelaku, serta masyarakat.

Merujuk data kebudayaan, hingga akhir 2023 Indonesia memiliki 1.941 warisan budaya tak benda. Dengan tambahan 272 budaya, jumlah total WBTb Indonesia menjadi 2.213. Sedangkan cagar budaya peringkat nasional yang telah ditetapkan sejak 2013 hingga saat ini berjumlah 228 cagar budaya.

Dalam puncak peringatan Hari Wayang di Klaten beberapa waktu lalu, Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU) Itje Chodidjah menjelaskan, tak semua warisan budaya tersebut diajukan secara mandiri oleh Indonesia.

Kebaya, misalnya, diajukan masuk ke daftar Intangible Cultural Heritage (ICH) The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) bersama dengan Malaysia, Singapura, Thailand, dan Brunei Darussalam. Pengusulan itu dilakukan melalui mekanisme nominasi bersama (joint nomination). (mia/c7/oni)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore