
PILAH DAN OLAH: Nadine Chandrawinata (dua dari kanan) dan Dimas Anggara (kanan) serta Direktur Kumpulin.id Googi Priyonggo (kiri). Mereka berkolaborasi agar pengelolaan sampah punya nilai ekonomi.
Darurat sampah di Indonesia bukan lagi ancaman. Tapi, kenyataan di depan mata yang harus dihadapi bersama. Saatnya melakukan aksi nyata. Siapa pun bisa menjadi trash heroes lewat peran masing-masing. Sekecil apa pun, itu bermakna.
Ekosistem Pengelolaan Sampah yang Berkelanjutan
Pengelolaan sampah merupakan masalah besar yang terus dihadapi masyarakat Indonesia, dari perkotaan hingga pedesaan. Berangkat dari problem itu, lahir Kumpulin.id. ”Platform ini berfokus pada ekosistem pengelolaan sampah berkelanjutan yang melibatkan masyarakat hingga pelaku industri,” terang Direktur Kumpulin.id Goggi Priyonggo, Jumat (15/11).
Terbentuk sejak 2022, gerakan pengelolaan sampah itu mengusung konsep triple tech: transparency, traceability, dan transactional proven. Itu memungkinkan setiap aktivitas pengelolaan sampah dipantau secara transparan.
Salah satu langkah strategis yang dilakukan Kumpulin.id ialah memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai nilai sampah dari segi ekonomi maupun lingkungan. Mereka menggandeng figur publik, di antaranya Nadine Chandrawinata dan Dimas Anggara.
Nadine sebagai co-founder Kumpulin.id mengungkapkan pentingnya kesadaran masyarakat dalam memilah dan mengolah sampah. ”Saya ingin setiap orang sadar bahwa tindakan kecil dalam memilah dan mengolah sampah bisa berdampak besar,” tuturnya.
Pasangan yang concern pada isu lingkungan itu ingin punya lapak untuk mendaur ulang sampah. Mimpi tersebut terwujud lewat Kumpulin.id. Mereka berharap, dengan menghubungkan pemulung, pelapak, dan masyarakat melalui teknologi, ekosistem daur ulang sampah di Indonesia bisa lebih terorganisasi dan efisien.
Platform itu membuka peluang ekonomi bagi mereka yang terlibat dalam rantai daur ulang sampah, mulai pemulung, pengepul, hingga industri besar. ”Pengelolaan sampah tidak hanya menjadi solusi untuk masalah lingkungan, tetapi juga peluang ekonomi yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” lanjut Goggi. (han/c6/nor)
---
SAMPAH INDONESIA DALAM ANGKA
• Timbunan sampah di Indonesia tahun 2023 sebanyak 38 juta ton.
• Dari total tersebut, 14 juta ton sampah tidak terkelola.
• Komposisi sampah didominasi sampah organik, khususnya sampah sisa makanan yang mencapai 39,78% diikuti sampah plastik 19,19%.
• Sebanyak 60,53% sampah bersumber dari rumah tangga.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
