
Menteri P2MI Abdul Kadir Karding mengumumkan Kemen P2MI resmi menjalin kerjasama dengan Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI). (Istimewa)
JawaPos.com - Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PPMI) terus berupaya mengatasi permasalahan pekerja migran. Kali ini, Kemen P2MI resmi menjalin kerjasama dengan Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI). Kerjasama dilakukan untuk memperkuat berbagai program kementerian yang berkaitan dengan pelindungan tenaga kerja migran.
Menteri P2MI Abdul Kadir Karding dalam keterangan tertulisnya mengatakan bahwa untuk menyelesaikan kompleksitas permasalahan pekerja migran, kementeriannya perlu menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, mulai kementerian lain di Kabinet Merah Putih hingga organisasi pekerja migran nasional maupun internasional.
“Pekerjaan-pekerjaan ini tidak boleh hanya diurusi oleh Kementerian ini tapi harus bergandengan tangan dengan semua pihak serta beberapa Kementerian lain. Kemudian juga dengan sipil, dan juga organisasi-organisasi buruh internasional maupun nasional,” kata Karding, Rabu (6/11).
Karding mengungkapkan pertemuannya dengan SBMI, pihaknya menerima sejumlah masukan penting terkait perbaikan tata kelola di Kementerian. Dimana SBMI menyoroti beberapa kelemahan dalam pengelolaan pekerja migran yang perlu segera diperbaiki.
“Mereka memberikan banyak masukan, intinya agar tata kelola di Kementerian ini lebih tertib,” ujar Karding.
Karding juga menekankan bahwa dengan dukungan SBMI, ia optimistis dapat menyelesaikan berbagai masalah yang selama ini menghambat pelindungan tenaga kerja migran, khususnya terkait perusahaan-perusahaan yang tidak patuh.
“Kalau ada data perusahaan, data orang-orang yang nakal sekarang ini, langsung kasih ke saya, supaya saya bisa bersama-sama kerjaan ini,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Umum SBMI, Aryanto menyoroti buruknya tata kelola terkait pelindungan pekerja migran yang menurutnya sudah berlangsung selama puluhan tahun. Ia menyebut bahwa tumpang tindih kewenangan antara pemerintah pusat dan daerah turut menjadi kendala dalam penanganan optimal permasalahan pekerja migran.
"Masalah ini sudah berlangsung selama puluhan tahun dan perlu diatasi secara tuntas pada era baru ini," tutupnya.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
