Potret Kapal PPA yang dipesan oleh Kemhan dari Italia. (Fincantieri)
JawaPos.com - Salah satu dari tiga kapal perang Angkatan Laut Italia yang singgah di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara adalah ITS Raimondo Montecuccoli P-432. Sesuai dengan keputusan Kementerian Pertahanan (Kemhan), Indonesia membeli kapal yang sama canggihnya dengan kapal perang tersebut. Tidak tanggung, Kemhan mendatangkan dua kapal jenis Pattugliatore Polivalente d'Altura atau PPA tersebut.
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali menyampaikan bahwa pengadaan dua unit kapal PPA oleh Kemhan merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk terus memperkuat Angkatan Laut. ”Kapal PPA nanti mungkin akhir tahun mudah-mudahan bisa hadir dari Italia,” kata orang nomor satu di TNI AL tersebut. Kapal perang yang bisa digunakan untuk patroli lepas pantai itu memiliki beberapa fungsi.
Berdasar data dari TNI AL kapal PPA yang dibeli oleh Indonesia dari Italia bisa ditingkatkan kemampuannya menjadi kapal fregat. Tidak hanya itu, kapal tersebut sudah dibekali kemampuan multifungsi yang sanggup melakukan peperangan empat dimensi. Sebab, kapal perang tersebut sudah dilengkapi dengan peralatan canggih dan sistem teknologi terkini. Dengan reputasi besarnya, Fincantieri memastikan bahwa kapal PPA untuk Indonesia bisa dipakai untuk multi misi.
Kedua kapal PPA yang dipesan oleh Kemhan dibuat dengan dimensi panjang 143 meter, lebar 16,5 meter, dan bobot saat full load mencapai 6.250 ton. Kapal tersebut mampu berlayar dengan kecepatan yang sangat tinggi, yakni 30 knot. Sementara daya jelajahnya saat melakukan pelayaran mencapai lima ribu nautical mile. Kedua kapal itu dibangun oleh Fincantieri di galangan yang mereka miliki di wilayah Trieste, Italia.
Pada bagian sistem senjata, kapal PPA untuk TNI AL itu dilengkapi dengan rudal permukaan ke udara atau Surface to Air Missile (SAM) aster 15 serta peluru vertical DCNS Sylver A43. ”Sistem rudal SAM Aster 15 dapat dipasang pada berbagai jenis kapal perang seperti fregat, destroyer, atau kapal induk,” tulis Kemhan melalui keterangan resmi mereka. Selain itu, kapal tersebut juga dipersenjatai dengan meriam 127 milimeter Vulcano.
Sistem senjata lainnya pada kapal tersebut, masih kata Kemhan, adalah meriam 76 milimeter Strales, meriam ringan 25 milimeter yang dilengkapi dengan Fire Control Radar (FCR) RTN 10X System Dardo, sistem peperangan elektronika RECM; RESM; dan CESM, Tactical Data Link-Y, serta Multifunction Radar Leonardo Kronos. Kedua kapal tersebut akan dikirim ke Indonesia secara bertahap dalam waktu yang tidak terlalu lama.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
