
Anggota Badan Pelaksana BPKH Harry Alexander (tengah) di kampus Universitas Andalas Padang, Kamis (6/9). (Dok. BPKHP)
JawaPos.com - Urusan pengelolaan keuangan haji cukup sensitif. Kerap diiringi dengan informasi yang salah, sehingga memicu polemik di tengah masyarakat. Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) sedang menyusun aplikasi digital keuangan haji, untuk transparan kepada masyarakat. Serta dirancang untuk melayani pendaftaran haji secara online.
Saat ini BPKH sedang membuka sayembara untuk pembuatan aplikasi digital keuangan haji tersebut. Pembuatan aplikasi itu sejak awal ingin melibatkan partisipasi masyarakat seluas-luasnya. Anggota Badan Pelaksana BPKH Harry Alexander mengatakan, dalam rangka meningkatkan pelayanan dan menjaga keberlanjutan keuangan haji, mereka saat ini sedang mengembangkan aplikasi mobile.
Aplikasi tersebut nantinya akan menghubungkan sistem BPKH, bank penerima setoran haji (BPS BPIH), Kementerian Agama, dan mitra strategis perhajian lainnya. Semuanya akan terintegrasi di dalam ekosistem haji yang terintegrasi dan inovatif.
"Sayembara logo, nama dan Desain User Interface BPKH Apps ini menjadi sebuah terobosan dalam rangka peningkatan pelayanan dan transparansi keuangan haji kepada jamaah dan portal digital," katanya di kampus Universitas Andalas Padang pada Jumat (6/9).
Harry mengatakan upaya tersebut diharapkan dapat memberikan kemudahan pendaftaran haji dan kelengkapan informasi terkait haji maupun pengelolaan keuangannya kepada seluruh umat Islam. Baik calon jamaah baru maupun yang waiting list atau antrian haji.
Harry berharap kompetisi ini dapat melahirkan desain yang mampu meningkatkan kenyamanan dan kemudahan dalam menggunakan aplikasi BPKH Apps.
"Kita ingin memberikan pelayanan yang terbaik untuk jamaah haji salah satu implementasinya dengan pengembangan aplikasi ini. Calon jemaah haji nantinya dapat mendaftar haji dari mana saja secara online," katanya.
Layanan pendaftaran haji secara online, tentu akan memudahkan masyarakat. Sebab selama ini masyarakat haru ke pusat kota atau kabupaten untuk pendaftaran haji. Padahal banyak kabupaten yang areanya sangat luas. Sehingga bisa menyulitkan masyarakat jika harus menempuh perjalanan ke pusat kabupaten atau kota.
Nantinya BPKH melakukan proses penjurian dan kurasi, berkolaborasi dengan Universitas Andalas. "Dari ratusan peserta nantinya dipilih 10 nominasi, dan akan memperebutkan juara favorit hasil polling di media sosial BPKH serta dari 10 nominasi tersebut akan di kurasi lagi menjadi 3 terbaik," ujar Harry.
Wakil Rektor IV Universitas Andalas Henmaidi menyampaikan mengapresiasi langkah BPKH yang melibatkan perguruan tinggi dalam pengembangan inovasi digital dan pengembangan aplikasi digital keuangan haji itu.
"Selain memiliki sumber daya manusia yang mumpuni, kampus juga berisi orang-orang muda dan kreatif," katanya. Khususnya dari kalangan muslim, yang menjadi target kampanye BPKH untuk berhaji sejak dini.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
