
Kepala BKKBN Dokter Hasto menyaksikan Pengukuhan Dewan Pengurus Cabang Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana Indonesia (DPC-IPeKB) Kota Subulussalam. (Istimewa)
JawaPos.com–Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dokter Hasto menegaskan, BKKBN sangat menentang perzinahan. Kontrasepsi harus digunakan oleh sasaran yang tepat.
Hal tersebut disampaikan dokter Hasto saat menyampaikan paparan pada kegiatan Jajaki, Layani, dan Input Data ke dalam Elsimil bagi Calon Pengantin (Jalin Catin), di Aula Pendopo Kota Subulussalam, Provinsi Aceh, Selasa (6/8).
”Remaja itu memang unik. Remaja yang menjelang nikah harus ingat, undang-undang itu diperbolehkan beli alat kontrasepsi dengan anak umur 15, 16, 17 tahun asalkan sudah menikah. Maka dari itu yang diberikan alat kontrasepsi jangan yang masih SMP dan belum menikah. Yang diperbolehkan beli alat kontrasepsi sebetulnya harus disesuaikan dengan norma agama juga. Yang mau nikah berjanji sebelum sah jangan melakukan hubungan seks,” tegas dokter Hasto.
”Laki-laki mudah terangsang karena pandangan. Maka, jagalah aurat para perempuan apalagi yang masih muda-muda. Pesan saya tutuplah aurat,” imbuh dia.
Dokter Hasto menjelaskan, volume otak manusia memengaruhi keadaan. Semakin lengkap terbentuk dengan baik akan semakin cerdas.
”Maka, kita siapkan hal itu sedari atau sesudah menikah. Bahkan sebelum nikah atau 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) harus sudah kita siapkan,” ujar dokter Hasto.
Dokter Hasto mengucapkan terima kasih dan apresiasinya kepada kepala puskesmas di Kota Subulussalam yang telah memeriksa kesehatan para catin sebelum menikah. Diharapkan agar para catin juga mengonsumsi makanan bergizi seimbang.
”Daging sapi dan lele lebih baik lele karena protein lele lebih tinggi dari daging sapi. Omega 3 dan DHA lebih tinggi dari daging sapi yang mengandung lemak jenuh. Ingat ya semua ikan sangat baik,” ucap dokter Hasto.
”Didiklah anak sesuai zamannya. Karena anak tidak dilahirkan di zamanmu. Itu arahan para ulama yang saya kutip. Maka dari itu kita yang menyesuaikan, bukan anak-anak kita yang menyesuaikan dengan kita,” lanjut dia.
Dokter Hasto juga mengingatkan bahwa catin harus belajar dan memperhatikan panjang badan anak. ”Nanti kalau punya anak usia tiga tahun gendut, jangan gembira kalau panjang/tingginya tidak sesuai dengan umurnya,” tambah dokter Hasto.
Dokter Hasto juga menyaksikan Pengukuhan Dewan Pengurus Cabang Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana Indonesia (DPC-IPeKB) Kota Subulussalam masa bakti tahun 2024-2028, yang beranggota 38 orang. Dia juga melakukan peninjauan ke lokasi pemeriksaan calon pengantin, serta melakukan peletakan batu pertama pembangunan fasilitasi sarana air bersih bagi masyarakat. Terutama bagi keluarga berisiko stunting di wilayah Kampung Tangga Besi, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam.
Setelah itu, dokter Hasto beserta jajaran juga menghadiri Gala Dinner memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) Ke-31 Tahun 2024 Tingkat Provinsi Aceh. Gala dinner berlangsung di Pendopo Kabupaten Nagan Raya.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
