Presiden Jokowi saat meresmikan bendungan Sepaku Semoi berada di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Kalimantan Timur.
JawaPos.com - Isu ketersediaan air bersih, mengemuka jelang penggunaan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) untuk penyelenggaraan HUT Indonesia pada Agustus nanti. Keberadaan bendungan Sepaku Semoi diharapkan bisa mengatasi persoalan tersebut.
Bendungan Sepaku Semoi berada di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Kalimantan Timur. Bendungan ini, diresmikan Presiden Joko Widodo pada Selasa (4/6). Bendungan Sepaku Semoi dibangun dengan tujuan menjadi penyuplai utama bahan baku air minum untuk IKN.
"Alhamdulillah Bendungan Sepaku Semoi sudah diresmikan Presiden Jokowi," kata Akmal Malik dalam keterangannya Rabu (5/6).
Saat peresmian bendungan itu, Akmal juga ikut mendampingi Presiden Jokowi. Akmal mengatakan Bendungan Sepaku Semoi akan memenuhi kebutuhan air IKN sebesar 2.000 liter/detik dan untuk Balikpapan 500 liter/detik.
Bendungan itu sekaligus akan menjadi solusi bagi pemenuhan kebutuhan air Kota Balikpapan yang semakin padat di masa depan.
"Semoga Bendungan Sepaku Semoi ini dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya untuk masyarakat IKN dan sekitarnya," tambah Akmal.
Untuk diketahui, Bendungan Sepaku Semoi sebagai infrastruktur dasar IKN mulai dibangun sejak 2020 yang lalu. Kemudian proses impounding atau pengisian awal bendungan pada tahun 2023. Pembangunannya menelan biaya Rp 836 miliar dengan volume tampungan 16,17 juta meter kubik dan luas genangan 322 hektare.
Bendungan ini juga dirancang untuk mampu mereduksi banjir seluas kurang lebih 1.700 hektare area di Kecamatan Sepaku. Selain itu diproyeksikan menjadi salah satu destinasi wisata baru di Kaltim. Peresmian Bendungan Sepaku Semoi juga dirangkai dengan pelepasan bibit ikan.
Sebelum meresmikan Bendungan Sepaku Semoi, Presiden Jokowi juga meresmikan Pusat Persemaian Skala Besar Mentawir. "Ini bukti kuat komitmen Pemerintah Indonesia terhadap perubahan iklim global dan mewujudkan ekonomi hijau," tegas Jokowi.
Presiden Jokowi mengatakan pemerintah mencanangkan program menanam sejuta pohon. Tetapi belum ada produsen yang mampu memproduksi bibit pohon dalam jumlah sangat besar. Pemerintah terus mendorong upaya rehabilitasi dan restorasi hutan. Serta reklamasi lahan-lahan bekas tambang yang tersebar di berbagai daerah.
"Itu semua bisa dilakukan kalau kita punya persemaian," bebernya.
Di Persemaian Mentawir selain dikembangkan tanaman cepat tumbuh juga pohon buah-buahan dan tanaman endemik seperti meranti, kapur, ulin, bengkirai dan sejenisnya. Selain persemaian, Jokowi memastikan di kawasan Mentawir dikembangkan Pusat Plasma Nutfah Nasional yang di dalamnya dilengkapi bio bank (tempat penyimpanan plasma satwa) dan seed bank (plasma tumbuhan).
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022