Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 23 Mei 2024 | 23.48 WIB

World Water Forum dan Filosofi Hari Danau Sedunia

FORUM AIR DUNIA: Presiden Jokowi bersama para delegasi di sela World Water Forum, Denpasar, kemarin (20/5). - Image

FORUM AIR DUNIA: Presiden Jokowi bersama para delegasi di sela World Water Forum, Denpasar, kemarin (20/5).

JawaPos.com - Danau Biwa di Prefektur Shiga tidak saja merupakan danau terbesar penarik wisatawan untuk berkunjung ke Negeri Matahari Terbit, Jepang, melainkan juga sebagai sumber air yang sangat penting bagi masyarakat di wilayah Kyoto dan Osaka.

Danau seluas 670 km2 yang kaya beragam spesies flora dan fauna endemik itu terbentuk sejak 4 juta tahun lampau, sehingga kaya dengan cerita dan legenda yang sangat atraktif.

Pemerintah Jepang sadar benar akan potensi Danau Biwa, hingga mengoptimalkan pemanfaatan atas danau tersebut untuk kepentingan yang lebih luas dan keberlanjutan kehidupan generasi mendatang.

Hal itulah yang kemudian mendorong Pemerintah Indonesia untuk mengambil banyak pelajaran penting dari keberhasilan Negeri Sakura itu dalam mengelola Danau Biwa.

Bangsa ini memang perlu banyak belajar dari negara lain terkait pengelolaan danau, mengingat Indonesia sendiri banyak memiliki danau yang sejatinya menjadi penopang ekosistem kehidupan di wilayah sekitarnya secara alamiah.

Rencana kolaborasi dengan Jepang untuk sharing best practice mengenai pengelolaan danau pun menjadi patut diapresiasi dan jika memungkinkan mendesak untuk segera diwujudkan.

Harapan baik terkait manajemen danau yang lebih efektif itu bisa diterapkan di Indonesia sebagai oleh-oleh konkret dari ketuanrumahan Indonesia dalam ajang World Water Forum ke-10 di Bali.

Sebagaimana disampaikan oleh Dirjen Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Dyah Murtiningsih, Pemerintah Indonesia akan menindaklanjuti kerja sama dan kolaborasi dengan Pemerintah Jepang dalam mengelola danau.

Rencana tindak lanjut itu juga sebagai salah satu poin yang dibahas dalam sesi pertemuan bertajuk "Urgent Call to Save our Lakes" pada ajang "World Water Forum" (WWF) Ke-10 di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Provinsi Bali.

Hari danau

Danau memang kerap kali luput dari fokus pembahasan, bahkan bisa dibilang jarang diangkat dalam forum-forum internasional, padahal semua sepakat peran danau sangat vital bagi kelangsungan kehidupan.

Bahkan, ada negara-negara dengan jumlah danau terbanyak, seperti Kanada, yang kemudian menggantungkan ekonomi hampir sepenuhnya kepada danau-danau yang mereka miliki.

Oleh karena itu, perhatian untuk mengelola danau secara berkelanjutan, sudah saatnya diserukan di tingkat global, di tengah ancaman krisis air, krisis pangan, dan krisis energi.

Fakta inilah yang menjadi salah satu alasan bagi Pemerintah Indonesia untuk mengusulkan Hari Danau Sedunia kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dengan memanfaatkan momentum World Water Forum 2024.

Seiring dengan pengusulan Hari Danau Sedunia, ada pendirian center of excellenceuntuk ketahanan air dan iklim, dan isu pengelolaan sumber daya air secara terpadu pada pulau-pulau kecil.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore