
Anggota DPD RI Abdul Rachman Thaha.
JawaPos.com–Kasus dugaan korupsi tata niaga timah yang diusut Kejaksaan Agung bikin heboh. Pemberitaan media pun mewarnai kasus ini dalam sepekan terakhir.
Upaya Kejagung membongkar dugaan korupsi timah mendapat apresiasi dari anggota Komite 1 DPD RI Abdul Rachman Thaha. Menurut dia, langkah berani Korps Adhyaksa itu patut mendapat apresiasi.
”Saya sangat mengapresiasi dan mengacungkan jempol atas kinerja Jaksa Agung ST. Burhanuddin. Beberapa hari ini pemberitaan media ramai dengan dugaan korupsi timah. Bravo Kejagung,” kata Abdul Rachman Thaha, anggota DPD RI yang beken disapa ART itu dalam rilisnya, Sabtu (30/3).
Meski jarang tampil di media dan jauh dari ingar bingar pemberitaan, dia menilai, komitmen Jaksa Agung dalam memberantas kasus korupsi sangat tinggi. Sejak Burhanuddin menakhodai Kejaksaan Agung beberapa tahun ini, citra lembaga tersebut terus mendapat kepercayaan masyarakat.
”Mewakili rakyat Indonesia, kami berterima kasih kepada Jaksa Agung beserta seluruh jajarannya. Yang tidak pernah berhenti mengawal dan menjaga nama lembaga negara. Saya salut keberanian Kejagung yang berupaya menyelamatkan keuangan negara dari bidang pertambangan,” kata Abdul Rachman Thaha, senator asal Sulawesi Tengah itu.
Meski kerugian keuangan negara masih dalam proses penghitungan, namun ART meyakini bahwa dugaan korupsi timah tidak sedikit merugikan keuangan negara. Pihaknya meminta para pelaku diberi efek jera.
”Aset-aset mereka yang berkaitan dengan kasus ini wajib dirampas untuk negara,” tandas Abdul Rachman Thaha.
”Heboh bukan main, ketika Kejagung membeberkan bahwa kerugian lingkungan akibat kasus korupsi timah Rp 271 triliun. Benar-benar mengerikan. Kekayaan negara benar-benar dikuras,” tambah ART, pria kelahiran 17 September 1979 itu.
Dia meminta kejaksaan juga menelusuri lokasi tambang-tambang yang ada di daerah. Tidak hanya berhenti di kasus timah di Provinsi Bangka Belitung.
ART menduga banyak kebocoran keuangan negara di sektor pertambangan di Indonesia. Pertambangan timah di Bangka Belitung menjadi pintu masuk guna menelusuri tambang-tambang ilegal di daerah lain.
”Setoran pajak dari bidang pertambangan, dugaan saya banyak bocor. Apakah itu nikel, emas, bahkan galian C. Indikasinya, tidak sedikit tambang ilegal beroperasi di beberapa daerah. Dokumennya disulap sedemikian hingga. Padahal aspal (asli tapi palsu),” ucap Abdul Rachman Thaha.
ART mendesak agar pembayaran pajak perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan diaudit lagi. Apakah sesuai perhitungan pajaknya yang selama ini mereka bayar ke negara.
”Jangan sampai sumber daya alam negara ini digerogoti. Mereka asyik menambang tapi lupa membayar kewajiban bagi negara. Mereka semakin kaya melintir, namun rakyat makin melarat,” ucap Abdul Rachman Thaha.
”Pendapatan buat negara harus jelas. Karena hasil sumber daya alam kita selalu digerogoti. Kalaupun perusahaan pertambangan membayar pajak, jangan sampai justru masuk ke kantong-kantong para pengambil kebijakan,” tegas ART.
Dengan terbongkarnya kasus dugaan korupsi timah di wilayah IUP PT Timah Tbk, dia menyerukan dukungan kepada Kejagung RI di bawah kepemimpinan ST Burhanuddin.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
