
Ilustrasi Presiden Soekarno (Doc. Perpustakaan Nasional)
JawaPos.com – Kebijakan Orde Lama, Orde Baru, dan era reformasi akan kamu jumpai apabila rajin mengikuti perkembangan dunia politik.
Orde Lama, Orde Baru, dan era reformasi adalah sebutan bagi masa pemerintahan Indonesia yang dibagi menjadi tiga.
Lalu, seperti apa sebenarnya Orde Lama, Orde Baru, dan era reformasi tersebut? Yuk disimak.
Orde Lama adalah masa pemerintahan yang berlangsung dari tahun 1945 hingga 1966 dan dipimpin oleh Soekarno.
Sementara Orde Baru adalah masa pemerintahan yang berlangsung dari tahun 1966 hingga 1998 dan dipimpin oleh Soeharto.
Kemudian era reformasi adalah era yang ditandai dengan perubahan secara drastis untuk perbaikan dalam kehidupan masyarakat dan negara.
Pada masa Orde Lama, keseluruhan sistem pemerintahan dirombak dari presidensial menjadi parlementer.
Namun tak hanya itu saja, kabinet presidensial juga berubah menjadi kabinet parlementer yang memiliki sistem penerapan politik yang berbeda.
Orde Baru lahir saat dikeluarkannya Surat Perintah 11 Maret 1966 atau yang dikenal dengan Supersemar dan tujuannya dibangun Orde Baru adalah untuk mengabdi pada kepentingan rakyat dan nasional dengan dilandasi oleh semangat dan jiwa Pancasila serta UUD 1945.
Kekuasaan dari Orde Baru berlangsung selama 32 tahun dan disebut masa pemerintahan terlama di sejarah Indonesia.
Beberapa perbedaan dari sistem pemerintahan Orde Lama dan Orde Baru sudah dirasakan oleh masyarakat yang telah hidup di kedua masa pemerintahan tersebut.
Dikutip dari Laporan PEST - Politeknik Statiska STIS, berikut beberapa perbedaan dari sistem pemerintahan Orde Lama dan Orde Baru'
1. Kebijakan Politik
Dalam Orde Lama, kondisi dari negara Indonesia masih dalam masa-masa menikmati kemerdekaan dan kejayaan yang membuatnya memiliki tingkat emosi nasionalisme tinggi.
Selain itu, dikarenakan perintah dari Presiden Soekarno, proyek mercusuar juga marak dilakukan demi keinginan untuk telihat unggul dari bangsa asing.

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
Prediksi Susunan Pemain Timnas Ekuador vs Curacao: Alan Franco Sudah Lupakan Kekalahan di Laga Perdana
