
UKRI menilai Institut Alan Turing masih perlu perbaikan meski telah menerima pendanaan 100 juta poundsterling selama lima tahun. Foto: (The Guardian)
JawaPos.com — Institut riset kecerdasan buatan paling terkemuka di Inggris, Institut Alan Turing (ATI), diperintahkan melakukan reformasi strategis besar-besaran oleh badan pendanaan utama pemerintah setelah evaluasi menunjukkan lembaga tersebut belum efektif dalam menyusun strategi dan belum memberikan nilai yang sepadan dengan dana publik yang diterima.
ATI didirikan pada 2015 dan didukung sejumlah universitas papan atas seperti Universitas Cambridge, Universitas Oxford, dan University College London. Lembaga ini memiliki mandat memimpin inovasi AI untuk berbagai sektor, termasuk kesehatan, lingkungan, dan keamanan nasional.
Dilansir dari The Guardian, Selasa (7/4/2026), UK Research and Innovation (UKRI), badan pendanaan ATI, menyatakan bahwa tinjauan mereka menemukan keselarasan strategi dan efektivitas penggunaan dana publik “belum memadai”. Evaluasi ini dilakukan setelah adanya pengaduan dari seorang whistleblower—pegawai atau pihak internal yang melaporkan dugaan pelanggaran—kepada Charity Commission, yang kemudian mengingatkan dewan ATI tentang kewajiban hukum mereka.
Sekitar pertengahan tahun lau, pemerintah menekankan perlunya perombakan strategis di ATI. Ancaman peninjauan kembali pendanaan pun sempat disampaikan jika perubahan tidak terjadi. Tekanan ini memicu mundurnya sejumlah pimpinan, termasuk CEO Jean Innes pada September 2025 dan Chair Doug Gurr pekan ini setelah menerima jabatan baru sebagai ketua tetap Competition and Markets Authority.
Prof. Charlotte Deane, pemimpin program AI di UKRI, menegaskan ATI harus fokus, efektif, dan selaras dengan kebutuhan nasional. “Tinjauan ini mengakui nilai dan potensi Institut Alan Turing, tetapi juga menunjukkan bahwa perubahan signifikan diperlukan di beberapa bidang,” ujarnya.
Reformasi yang diminta meliputi penyusunan strategi lebih jelas, penguatan tata kelola, dan fokus riset pada prioritas nasional seperti pertahanan dan keamanan. Di sisi lain, beberapa fokus sebelumnya seperti kesehatan dan lingkungan diturunkan prioritasnya.
George Williamson, yang sebelumnya bekerja di pemerintah dengan fokus keamanan nasional, ditunjuk sebagai CEO baru ATI. Oleh karena itu, UKRI kini bekerja sama dengan pimpinan baru ini untuk menerapkan rekomendasi tinjauan dan memperkuat arah strategis lembaga.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Soal Penolakan Pembangunan Gereja di Citraland, Wali Kota Eri: Tidak Sesuai Site Plan
Prediksi Skor Singapura vs Thailand: Ilhan Fandi Jadi Ancaman, Tuan Rumah Bisa Bikin Kejutan
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Prediksi Skor Malaysia vs Vietnam: Superkomputer Jagokan The Golden Star Warriors
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Pembangunan Gereja di Citraland Surabaya Ditolak Warga, Ternyata karena salah soal Perizinannya
Jadwal Siaran Langsung Sabah FC vs Persib Bandung di Dewata Challenge Series 2026: Live di Indosiar
5 Weton Aras Kembang yang Bisa Memikat Lawan Jenis karena Kharismatik danMempesona Menurut Primbon Jawa
