Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 21 Desember 2023 | 14.10 WIB

Kaleidoskop 2023: Warga Jakarta Dikepung Polusi, Menuntut Hak Udara Bersih yang Tak Kunjung Diberi

Suasana gedung bertingkat di selimuti kabut polusi udara, Jakarta, Rabu (23/8). - Image

Suasana gedung bertingkat di selimuti kabut polusi udara, Jakarta, Rabu (23/8).

JawaPos.com - Seperti halnya saat membersihkan kaki dengan air laut yang membawa pasir, begitulah kira-kira kondisi rusunawa Marunda, Cilincing, Jakarta Utara tahun 2022 lalu. Rasanya tiap usaha untuk membersihkan debu-debu hitam yang masuk ke pekarangan rumah menjadi sia-sia saja.

Bersih yang kasat mata itu tak pernah bertahan lama. Dibawa oleh angin dari musim baratan, debu-debu yang diduga berasal dari salah satu cerobong perusahaan yang menggunakan bahan batu bara itu telah menyelimuti langit warga Marunda. Membuat keruh dan tak enak dipandang.

Begitu kira-kira yang digambarkan Detty, 67, saat dirinya mesti disapa debu-debu hitam tiap terbangun dari tidur. Hal yang membuat dirinya mau tak mau harus langsung menyapu sejak mata melek.

Itu memang cerita lama. Namun, perempuan yang akrab disapa dengan sebutan eyang itu menderita dampak buruk akibat kualitas udara di kawasan tempat tinggalnya tersebut. "Itu tahun 2022 saya sakit sampai berapa bulan nyesek, ya," kata Eyang Detty kepada JawaPos.com, Kamis (14/12).

Meskipun tiap hari dirinya membersihkan debu-debu hitam yang tampak di rumahnya, ia tak menyadari bahwa sebagian debu-debu itu masuk ke tubuh, membuat sesak dan merasakan batuk berkepanjangan.

Baru di bulan Agustus 2022 ia merasakan dampak dari kualitas udara yang buruk telah membuat kondisi tubuhnya pun tak kalah buruk. Hingga memutuskan untuk ke rumah sakit dan melakukan rontgen, barulah Eyang Detty menyadari bahwa selama ini ia hanya fokus membersihkan rumahnya, sedangkan tubuhnya sudah kotor dengan udara yang terhirup.

"Jadi karena beberapa kali rontgen, bilangnya dia (dokter) nggak bilang dari debu ini, tapi dari udara," ungkapnya.

Kalau tak salah ingat, ia mengatakan bahwa saat itu dirinya didiagnosa mengalami batuk bronkitis. Sehingga, mau tak mau mesti diambil tindakan operasi pada Agustus 2022 lalu.

"Agustus akhirnya dioperasi karena batuk berkepanjangan, nyesek gitu," ucapnya.

Perempuan yang sudah single parent itu mengatakan baru mulai merasa baikan setelah diambil tindakan operasi. Apalagi belakangan debu hitam tampak secara kasat mata sudah tak lagi bertebaran di rumahnya.

"Ya udah saya nggak ini. Cuma kadang sekali-kali ya batuk berat masih berasa gitu. Cuma untuk napas udah jarang (sesak). Saya batuk langsung berobat," tuturnya.

Perjuangan Warga Marunda Dapatkan Hak Udara Bersih

Divisi Media dan Informasi Forum Masyarakat Rusunawa Marunda (FMRM) Cecep Supriyadi menceritakan bahwa kondisi lingkungannya amat memprihatinkan saat debu hitam yang diduga berasal dari PT Karya Citra Nusantara (KCN) melingkup. Ia mengatakan banyak warga yang mengeluhkan terkena masalah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Tak hanya itu, menurutnya ada banyak anak-anak, lansia, dan ibu hamil yang ikut terdampak akibat udara kotor tersebut.

"Yang paling banyak terjadi itu ISPA dan gatal-gatal sering dirasakan warga. Berobat, sembuh, berobat lagi. Kambuhan," ucap Cecep.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore