
Bank Dunia bakal siapkan rencana pinjaman guna memperbaiki kondisi perekonomian Palestina yang hancur akibat konflik Israel - Hamas./Reuters
Jawapos.com – Konflik antara Israel dan Hamas sejak (7/10) silam telah memberikan dampak kehancuran bagi perekonomian Palestina.
Dilansir dari Arab News, Rabu (13/12), dalam analisis baru yang diterbitkan pada hari Selasa (12/12), Bank Dunia memperkirakan konflik tersebut sangat berdampak pada perekonomian Palestina.
Hal ini didasarkan pada pertengahan November bahwa sekitar 60 persen infrastruktur informasi dan komunikasi serta fasilitas kesehatan dan pendidikan telah rusak atau hancur.
Hal ini juga diperparah bahwa 70 persen infrastruktur yang berhubungan dengan perdagangan telah lumpuh atau hancur.
Hampir separuh jalan primer, sekunder, dan tersier juga rusak atau hancur, dan lebih dari setengah juta orang hidup tanpa rumah akibat konflik.
Sementara itu menurut Biro Pusat Statistik Palestina, kontribusi Gaza terhadap perekonomian Palestina secara keseluruhan, termasuk Tepi Barat, telah menyusut dari sekitar 36 persen pada tahun 2005 menjadi hanya 17 persen pada tahun lalu.
Konflik tersebut juga telah mendorong tingkat pengangguran di Gaza hingga sekitar 85 persen.
Baca Juga: Inggris Ungkap Alasannya Abstain Atas Resolusi Gencatan Senjata PBB, Sebut Hamas Tak Ikut Dikutuk
Keputusan Israel untuk menutup pintu bagi pekerja Palestina dari Tepi Barat juga telah menyebabkan hampir 200.000 orang kehilangan pekerjaan.
Meskipun kontribusi Gaza terbilang kecil, Bank Dunia kini memperkirakan perekonomian Palestina secara keseluruhan akan mengalami kontraksi sebesar 3,7 persen tahun ini.
Kondisi perekonomian akan turun tajam dari perkiraan sebelum perang yang memperkirakan kenaikan sebesar 3,2 persen. Jika perang berlarut-larut, dampak ekonominya bisa semakin memburuk.
Tahun depan, situasinya diperkirakan akan lebih buruk lagi .Jika sebelumnya Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan sebesar 3,0 persen pada tahun 2024, kini mereka memperkirakan akan terjadi kontraksi secara keseluruhan sebesar 6,0 persen.
“Setelah pecahnya perang, harga-harga di Gaza melonjak rata-rata sebesar 12 persen pada bulan Oktober, “permintaan terpendam terhadap produk-produk yang semakin sulit ditemukan di pasar lokal,” kata Bank Dunia.
Menanggapi konflik tersebut, Bank Dunia pada hari Selasa (12/12) akan meluncurkan dukungan keuangan untuk memberikan bantuan darurat bagi masyarakat yang terkena dampak di Gaza.
Pemberi pinjaman pembangunan mengumumkan tambahan dana sebesar $20 juta untuk perawatan medis, kebutuhan kemanusiaan, dan pembiayaan untuk voucher makanan dan parsel di wilayah Palestina yang terkepung. Jumlah ini melebihi $15 juta yang telah dikirimkan.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
