
Ilustrasi sejarah Kota Yogyakarta. (Instagram/@Ahmad Quldi)
JawaPos.com - Kota Yogyakarta atau yang kerap disebut dengan Jogja, adalah kota yang memiliki sejarah panjang.
Yogyakarta berarti Yogya yang kerta, Yogya yang makmur, sedangkan Ngayogyakarta Hadiningrat berarti Yogya yang makmur dan yang paling utama.
Sumber lain mengatakan, nama Yogyakarta diambil dari nama (ibu) kota Sanskrit Ayodhya dalam epos Ramayana.
Dalam penggunaannya sehari-hari, Yogyakarta lazim diucapkan Jogja(karta) atau Ngayogyakarta (bahasa Jawa).
Dilansir dari jogjakota.go.id pada Senin (4/12), peristiwa pembentukan kota ini berawal dari Perjanjian Gianti pada 13 Februari 1755 antara Mataram dengan kompeni Belanda.
Dalam perjanjian itu, Mataram dibagi menjadi dua wilayah.
Separuhnya tetap menjadi hak Kerajaan Surakarta, sedangkan setengahnya menjadi hak Pangeran Mangkubumi yang kemudian bergelar Sultan Hamengku Buwono I.
Dalam perjanjian itu, wilayah kekuasaannya meliputi Mataram (Yogyakarta), Pojong, Sukowati, Bagelen, Kedu, Bumigede, dan beberapa daerah mancanegara.
Tanggal 13 Maret 1755, Sultan Hamengku Buwono I menetapkan wilayahnya sebagai Ngayogyakarta Hadiningrat dengan ibukota di Ngayogyakarta.
Ngayogyakarta sekarang dikenal sebagai Yogyakarta.
Tempat ini dipilih karena letaknya di antara sungai Winongo dan sungai Code, strategis dari segi pertahanan pada masa itu.
Setelah penetapan tersebut, Sultan Hamengku Buwono I memerintahkan rakyat membabat hutan di Beringin untuk membangun Kraton.
Sebelum Kraton selesai, beliau menempati pesanggrahan Ambarketawang di daerah Gamping. Pemindahan resmi ke Istana Baru terjadi pada 7 Oktober 1756.
Setelah Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Sri Paduka Paku Alam VIII menerima piagam pengangkatan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DIY.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
