
Menteri Keuangan Sri Mulyani (Sumber Humas Kemenkeu)
JawaPos.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengungkapkan realisasi pembiayaan sejak Januari hingga Oktober 2023 mencapai sebesar Rp46,56 triliun atau setara 26,61 persen dari total alokasi dana tahun ini yang diketahui sebesar Rp175,3 triliun.
Sri Mulyani menyampaikan bahwa Menkeu akan terus melihat perkembangan pembelanjaan dan pencairan yang tersisa Rp130 triliun hingga akhir tahun yang akan datang.
"Kami akan terus melihat sampai akhir tahun pembelanjaan dan pencairan Rp130 triliun sisanya," kata Sri Mulyani yang dilansir JawaPos.com dari antaranews.com, Jumat (24/11).
"Kami perkirakan di November dan Desember ini penyalurannya akan cukup signifikan," imbuhnya dalam konferensi Pers Virtual APBN KITA edisi November 2023, Jakarta (24/11).
Diketahui, jika pembiayaan investasi tersebut direalisasikan untuk mendukung kesinambungan pelaksanaan program pemerintah dan proyek strategis nasional (PSN) yang memiliki efek berganda besar terhadap perekonomian dan peningkatan kesejahteraan masyarakat hingga meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia melalui pendidikan.
Sri Mulyani kemudian memberi tahu realisasi pembiayaan investasi bulan sebelumnya meliputi klaster infrastruktur RP24 triliun untuk pembiyaan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN), serta klaster pendidikan Rp15 triliun untuk pembiayaan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Baca Juga: Pembiayaan Utang Negara Capai Rp 203.6 Triliun, Sri Mulyani: Lebih Kecil dari Tahun Lalu
Realisasi tersebut juga terdiri atas klaster kerja sama internasional sebesar Rp3,5 triliun untuk pembiayaan Lembaga Dana Kerja sama Pembangunan Internasional (LDKPI).
Menteri Keuangan Indonesia ke-26 ini kemudian menerangkan realisasi pembiayaan investasi untuk FLPP per Oktober 2023 yakni RP18 triliun dan alokasi Rp19,4 triliun, yang digunakan untuk membiayai perumahan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
"Selama 2023, pembiyaan investasi terhadap BP Tapera ditargetkan untuk menyalurkan 229 ribu unit rumah FLPP bagi MBR Rp26,21 triliun," ujar Menkeu periode 2019-2024.
Selanjutnya untuk LMAN, pembiayaan investasi diberikan untuk pembebasan lahan PSN, yang telah cair sebesar Rp10 triliun per Oktober 2023 dari alokasi senilai Rp25,4 triliun pada tahun ini.
Terkait LDKPI, Menkeu mengatakan bahwa pembiayaan investasi diberikan untuk mencapai target penyaluran hibah tahun 2023 sebesar Rp307,25 miliar, sedangkan untuk LDPP ditargetkan belanja tahun 2023 ini sebesar Rp8 triliun.
***

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
