Pandawara Group saat belajar Circular Economy dan Waste Management di Copenhill, Copenhagen Denmark.
JawaPos.com – Kelompok pemuda asal Bandung, Jawa Barat yang kerap membersihkan sampah yakni Pandawara Group, baru-baru ini mendapat undangan ke Negara terbersih di dunia, Denmark, untuk belajar cara pengelolaan sampah.
Aksi lima pemuda Gilang, Ikhsan, Rafly, Rifqy, dan Agung, bersih-bersih di berbagai sungai dan pantai yang kotor penuh sampah ini, sudah banyak mendapat perhatian dan apresiasi dari masyarakat Indonesia.
Namun tidak hanya masyarakat Indonesia saja yang kagum dan mengapresiasi kegiatan terpuji Pandawara Group, karena kontribusinya terhadap lingkungan, Pandawara Group mendapat kesempatan untuk berkunjung ke Denmark untuk belajar pengelolaan sampah.
Kelima pemuda tersebut berangkat pada pertengahan November dan akan berada di Copenhagen serta Odense selama 18 hari.
Dilansir dari Radarjogja, Pandawara Group diundang langsung oleh Kedutaan Besar Indonesia untuk Denmark agar bisa studi banding mengenai cara Denmark mengolah sampah mereka dan menjaga lingkungannya.
Dubes Indonesia untuk Denmark, Dewi Savitri Wahab juga menyambut kedatangan Pandawara Group dan perwakilan lainnya di Kedutaan Besar Indonesia di Copenhagen. Mereka mendapat jamuan makan malam dan mengobrol bersama.
Di hari pertama, Pandawara Group belajar tentang Circular Economy dan Waste Management di lokasi bernama Copenhill, yang disebut sebagai salah satu tempat pengelolaan sampah terbaik di dunia.
Copenhil atau Amager Bakke adalah fasilitas pembangkit listrik tenaga limbah yang dirancang untuk mengatasi tingginya tingkat emisi karbon yang ada di dunia.
Amager Bakke mengkonversi 440.000 ton sampah atau limbah menjadi listrik bagi 150.000 rumah di Copenhagen dan sekitarnya.
“Di rumah warganya masing-masing tuh mereka sudah menyiapkan kurang lebih 5-8 tong sampah dengan berbagai macam jenis sampah, jadi pemilahan dan cara mereka untuk memilih sampah dari rumah tuh udah bener-bener terstruktur dan rapi banget. Itu adalah salah satu indikator mengapa Denmark ini menjadi salah satu negara paling bersih di dunia” jelas Gilang pada video kegiatan yang mereka bagikan melalui Instagram @pandawaragroup.
Mereka kemudian diajak untuk masuk kedalam bagunan fasilitas untuk melihat secara langsung proses pengelolaan sampah menjadi arus listrik.
Setiap harinya, Copenhill mampu menampung kurang lebih 250 truk sampah dan 560.000 ton sampah per tahun.
Sampah yang masuk akan diaduk menggunakan mesin capit dan dicampur antara sampah baru dengan sampah yang lama.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
