
Samurai pemulung, Keisuke Naka dan Ikki Goto berpose bersama perlengkapan untuk memungut sampah ketika menyisir jalanan Ikebukuro pada Rabu (1/11). (Sumber: REUTERS/Issei Kato)
JawaPos.com - Halloween yang dirayakan setiap 31 Oktober dengan mengenakan pakaian karakter yang mengerikan atau populer, hampir selalu ramai dirayakan semua masyarakat di seluruh dunia.
Tidak terkecuali masyarakat negeri matahari terbit. Di Jepang, setiap tahunnya pada tanggal 31 Oktober, para pemuda atau masyarakat yang merayakan Halloween akan turun ke jalanan, dan yang paling ramai berada di persimpangan daerah Shibuya.
Namun, peringatan tersebut, selalu menyisakan hal yang kurang menyenangkan. Pada pagi hari setelah malam perayaan, Jepang yang dikenal dengan kebersihannya, tidak luput dengan sampah yang berserakan setelah pesta malam Halloween.
Pemulung dengan kostum samurai turun ke jalan-jalan Tokyo pada Rabu (1/11) pagi, secara eksentrik menggunakan penjepit sampah dan membuang sampah sisa malam pesta Halloween ke keranjang anyaman di punggung mereka.
Mengenakan topi dan tunik hitam-putih bermotif cerah, kelompok tersebut, yang dikenal sebagai Gomihiroi Samurai, atau samurai pemulung, telah menarik banyak penggemar sejak dibentuk pada 2006, dengan hampir 800.000 pengikut di platform media sosial TikTok.
"Jika orang-orang memperhatikan penampilan kami karena menganggapnya menyenangkan, sebaiknya mereka juga mulai memperhatikan masalah sampah itu sendiri," kata salah satu anggota kelompok tersebut, Keisuke Naka.
Meskipun Jepang terkenal di luar negeri karena kebersihannya, gambaran tersebut tidak sepenuhnya benar, tambah Naka, kata samurai pemulung itu yang sudah menjalani profesi ini selama tujuh tahun.
Peristiwa seperti Halloween meninggalkan banyak sampah, karena minum-minum di jalan sudah menjadi hal biasa di kawasan ramai dan tempat wisata, kata Naka.
Penduduk sekitar mengatakan samurai pemulung telah membawa perubahan.
Naruhito Miyasaka, seorang mahasiswa yang besar dan tinggal di sekitar kawasan tempat Naka mengumpulkan sampah, mengatakan bahwa masalah sampah sebelumnya sangat buruk, sehingga masyarakat mungkin akan melihat tikus berlarian di tengah sampah pada malam hari.
Junya Kakihara, seorang pemilik restoran, mengatakan bahwa pertunjukan tersebut membuatnya lebih memperhatikan masalah ini, dan menambahkan, "Saya memberi tahu orang-orang untuk tidak membuang sampah sembarangan ketika mereka akan melakukannya."

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
