Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 11 Oktober 2023 | 23.17 WIB

Bertekad Naikkan Gaji Guru, Ganjar Pranowo Ingin Kualitas Pendidikan di Indonesia Merata

Bakal Calon Presiden Ganjar Pranowo  mengunjungi Pondok Pesantren (Ponpes) Miftahul Huda di Manonjaya, Tasikmalaya, Senin (9/10/2023). - Image

Bakal Calon Presiden Ganjar Pranowo mengunjungi Pondok Pesantren (Ponpes) Miftahul Huda di Manonjaya, Tasikmalaya, Senin (9/10/2023).

 
JawaPos.com - Bakal calon presiden (capres) Ganjar Pranowo bertekad untuk menaikkan gaji guru hingga Rp 30 juta. Keinginan menaikan gaji guru diharapkan melahirkan generasi muda cerdas untuk bangsa Indonesia.
 
Gagasan ini mendapat sambutan hangat, dari pengamat kebijakan publik Trubus Rahadiansyah. Ia menyambut positif keinginan Ganjar Pranowo yang bertekad menaikkan gaji guru hingga Rp 30 juta.
 
"Gaji guru pesoalan pokoknya, itu yang harusnya dua kali lipat dari gaji ASN lain, terutama mereka yang ada di wilayah terluar. Mereka yang bekerja di daerah terpencil," kata Trubus dihubungi JawaPos.com, Rabu (11/10).
 
 
Akademisi Universitas Trisakti menginginkan, guru sebagai pahlawan tanpa tanda jasa harus diberikan kesejahteraan. Sebab, banyak orang besar dan cerdas lahir dari pendidikan para guru.
 
Ia pun mendorong, pemerataan kualitas pendidikan antata di daerah dan di kota-kota besar. Sehingga, tidak ada jurang pemisah untuk setiap warga negara dalam mengeyam pendidikan.
 
"Pemerataan akses pendidikan. Kita kan maunya kualitas pendidikan sama antara yang di kota dengan daerah. Jadi mau sama, selain itu perbaikan kualitas gurunya juga perlu," ujar Trubus.
 
Ganjar Pranowo bertekad untuk mensejahterakan tenaga pendidik di Indonesia. Salah satu caranya, dengan menyetarakan atau menyamakan gaji guru seperti karyawan hingga pejabat Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
 
Ganjar menyinggung hanya sedikit lulusan terbaik Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang ingin menjadi guru dikarenakan gaji yang kurang memadai.
 
"Saya tidak yakin, apakah 10 lulusan terbaik dari perguruan tinggi kita, mau jadi dosen, mau jadi guru? saya tidak yakin," ujar Ganjar di Djakarta Theater, Minggu (17/10).
 
"Pasti maunya kerja di BUMN, betul nggak? Perusahaan swasta besar, betul nggak?" sambungnya.
 
Ganjar mengungkapkan, gaji yang tinggi kerap menjadikan mahasiswa lulusan terbaik memilih bekerja di perusahaan swasta ataupun BUMN. Padahal, kata Ganjar, guru adalah salah satu faktor penting yang bisa mendongkrak Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia agar bisa bersaing di kancah internasional.
 
"Unsur sumber daya manusia kita dan kalau kita mau mengawal, berinvestasi, maka ini akan mengkapitalisasi Indonesia menjadi negara yang gede banget. Dan itu hanya bisa dilakukan dengan sekolah yang baik, kalau gurunya pendapatnya baik, jadi kalau gurunya gajinya seperti gaji BUMN seperti perusahaan swasta," papar Ganjar.
 
Oleh karena itu, Ganjar ingin profesi guru lebih dihormati dan tidak kalah dengan profesi-profesi lainnya. "Tapi kalau pendapatan mereka lebih bagus, menurut saya ini bagian cara kita satu menghormati guru dan profesi ini menjadi sangat bergengsi, apalagi kita harus mengejar ketertinggalan," pungkasnya.
Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore