Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi.
JawaPos.com - Wacana untuk melanjutkan kereta cepat hingga Surabaya terus bergulir. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi optimistis rencana tersebut bisa terealisasi. Berikut petikan wawancara dengannya.
Kereta Cepat, LRT, dan MRT adalah proyek transportasi massal besar pertama yang bergulir. Apa yang menjadi landasan munculnya proyek itu?
Kereta cepat adalah keinginan kuat Bapak Presiden (Joko Widodo) untuk memberikan legasi kendaraan massal, baik itu perkotaan maupun antarkota. Jadi, kita bicara MRT, LRT, dan kereta cepat. Kalau dipikir, kenapa kok susah-susah ya bikin itu karena harganya yang lumayan banyak?
Namun, analisis sebenarnya, kerugian satu kota atas kemacetan itu lebih besar dari pembangunan proyek itu sendiri. Kerugian kemacetan Jakarta setiap tahun bisa mencapai Rp 60 triliun, proyek MRT mencapai Rp 31 triliun. Demikian juga halnya dengan kereta cepat, inisiasinya ini similarity (serupa, Red) dengan MRT maupun LRT.
Rencana uji coba kereta cepat Jakarta–Bandung dipastikan tertunda. Apakah benar persiapannya kurang matang?
Sesuai jadwal semula, seharusnya peresmian LRT dilakukan pada 18 Agustus. Dan pada saat yang sama kereta cepat diuji coba. Sebagai regulator, kami mengambil pendekatan konservatif dengan berusaha meng-cover agar keselamatan dan keamanan benar-benar dipastikan di proyek itu.
Kami lapor presiden, LRT ini masih ada tiga tes yang harus dilakukan. Satu tes untuk uji coba train set, lalu uji coba beban dengan load yang penuh, dan yang terakhir headway.
Apalagi ini dengan kereta cepat yang rencananya beroperasi penuh 1 Oktober. Kalau memang belum selesai, ya mundur lagi tidak apa-apa. Kesannya memang tidak menepati janji, tapi kami memilih konservatif tadi. Jangan sampai nanti orang nyobain malah keblusuk. Kebanggaan kita terhadap dua proyek itu nanti akan hilang. Kalau memang belum selesai tesnya, mundur tidak apa-apa.
Apa kesan yang didapat saat mencoba langsung kereta cepat tersebut?
Saya sempat coba dengan kecepatan 356 km/jam. Saya melihat bahwa yang Tiongkok ini andal lah. (Kereta) itu tidak goyang, gak ada suara gledek gledek, ditaruh koin juga tidak gerak ataupun jatuh. Kabarnya memang yang dibawa ke sini adalah teknologi terakhir yang ada di sana.
Namun, kami regulator adalah yang berwenang menyatakan kereta ini laik. Kami pun cair, terbuka supaya bisa melakukan antisipasi. Kami juga menggandeng konsultan dari Inggris dan Prancis untuk menilai apakah semua pekerjaan ini baik dan sesuai spek. Visi besar kereta cepat ini kan Jakarta sampai ke Surabaya.
Terkait visi besar sampai ke Surabaya, gambarannya seperti apa?
Surabaya itu kota kedua (terbesar) di Indonesia, layak untuk mendapat coverage layanan seperti itu (kereta cepat, Red). Jadi, kalau itu terjadi, kan kalau Jakarta–Bandung itu jaraknya 180 kilometer, kalau Jakarta–Surabaya itu empat kali lipat Jakarta–Bandung.
Jadi nanti, sekarang itu Jakarta–Bandung itu 38 menit, 40 menit lah. Jadi, kalau 40 menit dikali 4, maka 160 menit. Ditambah lain-lainnya ya kurang lebih 200 menit atau kurang dari tiga jam lah kalau Jakarta–Surabaya.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
