
Potret permukiman kumuh penduduk miskin di Jakarta. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com – Pemerintah percaya diri dengan target nol persen kemiskinan ekstrem pada 2024. Mengacu laporan terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), ada penurunan kembali dengan angka yang cukup signifikan.
Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Andie Megantara mengatakan, tahun ini jumlah provinsi dengan tingkat kemiskinan ekstrem mendekati 0 persen bertambah. Dari sebelumnya hanya 6 provinsi kini menjadi 13 provinsi.
Tiga belas provinsi tersebut, antara lain, Kalimantan Barat, Bangka Belitung, Jambi, Sumatera Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah. Lalu, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, DKI Jakarta, Banten, Riau, Kepulauan Riau, dan Bali. Sementara itu, kemiskinan ekstrem di Jawa Tengah masih 2,04 persen, Jawa Barat, 1,29 persen, dan Jawa Timur 1,56 persen.
Hal itu sejalan dengan data yang dirilis BPS, yakni terjadi penurunan angka kemiskinan ekstrem dari 2,04 persen pada Maret 2022 menjadi 1,74 persen September 2022.
”Hasil yang baik tersebut tentunya menjadi pemicu semangat kita untuk terus memastikan efektivitas kebijakan maupun program kerja pada sisa waktu yang kurang dari satu tahun menuju penghapusan kemiskinan ekstrem 2024,” papar Andie dalam Forum Konsolidasi Nasional Pelaksanaan Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem Tahun 2023–2024 di kantor Kemenko PMK, Jakarta, Senin (24/7).
Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Sosial Kemenko PMK Nunung Nuryartono menambahkan, tingkat kemiskinan ekstrem di 13 provinsi tersebut sudah berada di bawah 1 persen. Dia optimistis angka itu akan kembali turun dengan intervensi kuat yang telah dilakukan pemerintah dalam beberapa waktu terakhir.
”Sehingga kita bisa lebih menegaskan provinsi mana yang perlu kita dorong untuk sesegera mungkin melalui berbagai program yang ada. Karena memang yang ada di kerak itu yang betul-betul harus kita pastikan, kita dorong, agar bisa naik kelas,” paparnya.
Menurut dia, pemerintah telah melakukan keterpaduan strategi pengurangan beban dan menghasilkan berbagai pelaksanaan program bantuan sosial. Baik Kementerian Sosial, ”Karena itu, kita optimistis akhir tahun ini mudah-mudahan bisa mendekati nol koma sekian persen.”
Sementara itu, Sekretaris Utama BPS Atqo Mardiyanto menyampaikan, penurunan tingkat kemiskinan di Indonesia terjadi seiring dengan tren pemulihan ekonomi nasional. BPS mencatat, jumlah penduduk miskin di Indonesia mencapai 25,9 juta atau 9,36 persen dari total penduduk. Turun 460.000 orang atau 0,21 persen dari posisi September 2022 yang mencapai 9,57 persen.
”Meski terus mengalami penurunan, tingkat kemiskinan Maret 2023 belum pulih seperti masa sebelum pandemi,” ujarnya.
Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu menambahkan, secara akumulatif, sejak Maret 2021 hingga Maret 2023 tercatat 1,6 juta orang yang berhasil keluar dari garis kemiskinan. Secara spasial, tingkat kemiskinan per Maret 2023 menurun, baik di perkotaan maupun pedesaan. (mia/dee/c7/fal)

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
