Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 28 Juni 2023 | 14.50 WIB

Tekan Angka Stunting, Edukasi Ribuan Bidan Soal Pentingnya Awal Kehamilan

Tangkapan layar Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo. Hreeloita Dharma Shanti/Antara - Image

Tangkapan layar Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo. Hreeloita Dharma Shanti/Antara

JawaPos.com - Upaya menekan angka stuntinh atau gagal tumbuh terus dilakukan oleh banyak pihak. Kali ini Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bekerja sama dengan Dexa Medica dan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melakukan sosialiasi kepada para bidan.

Upaya ini dilakukan untuk mengejar target stunting sampai dengan 14 persen pada 2024 sebagaimana yang ditargetkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Hadir dalam acara tersebut Kepala BKKBN RI Hasto Wardoyo, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, Corporate Affairs Director Dexa Group Tarcisius Tanto Randy, hingga Direktur PT Dexa Medica Gunawan Lukman.

Hasto menyampaikan Sumatera Selatan merupakan provinsi terbaik secara nasional dalam menurunkan stunting. Pencapaian ini merupakan kerja sama banyak pihak.

“Hal ini adalah kerja keras kita semua, kolaborasi yang baik antara pemerintah, pihak swasta, termasuk para bidan. Saya sangat mengapresiasi kerjasama yang harmonis ini dan tentunya semua untuk mendorong target penurunan stunting sesuai yang ditetapkan Presiden Joko Widodo,” kata Hasto kepada wartawan, Rabu (28/6).

Sementara, Herman menyampaikan, angka stunting di Provinsi Sumatera Selatan yang sebelumnya 24,8 persen pada 2021 dapat diturunkan sebesar 6,2 persen menjadi 18,6 persen pada 2022. Hal ini didorong oleh berbagai faktor, seperti kolaborasi lintas sektoral, sanitasi yang baik, polahidup yang baik dan Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP).

“Penanganan stunting itu tidak hanya tanggung jawab satu instansi, semua punya peran dan tanggung jawab termasuk perusahaan farmasi seperti Dexa Group. Kepedulian ini harusnya kita dengungkan agar semua pihak ikut, Indonesia mudah-mudahan bisa masuk ke target WHO di bawah 20 persen dan Bapak Presiden sudah perintahkan target di 14 persen. Program edukasi ini sangat penting untuk bidan yang merupakan garda terdepan dalam pelayanan ibu hamil dan anak,” kata Bapak Herman.

Stunting sendiri disebabkan oleh faktor multidimensi intervensi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Stunting bisa terjadi apabila praktik pengasuhan yang tidak baik, terbatasnya layanan kesehatan termasuk layanan ante natal caredan post natal, kurangnya akses ke makanan bergizi, serta kurangnya akses ke air bersih dan sanitasi.

Corporate Affairs Director Dexa Group, Tarcisius Tanto Randy mengatakan, pihaknya berkomitmen dalam upaya pemberantasan stunting. Kegiatan edukasi kepada bidan akan dilakukan secara masif. Setidaknya sejak 2022, sudah ada 5000 bidan yang mendapat edukasi.

“Kerja sama mengedukasi bidan dan masyarakat terkait pentingnya menjaga kehamilan di 1.000 Hari Pertama Kehidupan telah kami lakukan di beberapa kota di Indonesia seperti di Jogjakarta, Kabupaten Brebes, Kota Surabaya, Kabupaten Wonosobo, dan saat ini di Palembang melalui program corporate sosial inisiatif Dharma Dexa,” pungkas Tarcisius.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore