Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 21 Juni 2023 | 23.40 WIB

KPK Tepis Isu Gelar Ekspos 19 Kali untuk Kasus Dugaan Korupsi Formula E

Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri. - Image

Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri.

 
JawaPos.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merespons pernyataan pakar hukum tata negara Denny Indrayana yang menyatakan bahwa lembaga antirasuah akan mentersangkakan bakal calon presiden (capres) dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) Anies Baswedan. Bahkan, Denny menyebut KPK telah menggelar ekspos kasus dugaan korupsi Formula E sebanyak 19 kali untuk bisa menjerat Anies sebagai tersangka.
 
Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri menegaskan, kasus dugaan korupsi Formula E sampai saat ini masih dalam tahap penyelidikan. KPK enggan merespons lebih jauh pernyataan Denny itu.
 
"Sejauh ini, yang kami ketahui masih pada tahap penyelidikan. Kami tak akan tanggapi pernyataan yang berbasis asumsi dan persepsi," kata Ali dikonfirmasi, Rabu (21/6).
 
 
Ali menegaskan, pihaknya bekerja tidak berdasarkan asumsi. Ia pun memastikan kerja-kerja pemberantasan korupsi tidak bisa terpengaruh intervensi politik.
 
"Kami penegak hukum, tetap bekerja tegak lurus dan tak terpengaruh pernyataan dan intervensi politis dari pihak yang terlibat dalam pertarungan politik diluar KPK," tegas Ali.
 
Meski demikian, KPK menghormati pernyataan Denny itu. Sebab, itu negara mengatur hak kebebasan berpendapat.
 
"Sekalipin kami hargai itu sebagai suatu hak kebebasan berpendapat," ucap Ali.
Denny Indrayana sebelumnya menyebut KPK akan segera menetapkan Anies Baswedan sebagai tersangka. Bahkan, Denny mengungkapkan KPK telah menggelar ekspos sebanyak 19 kali untuk mentersangkakan Anies Baswedan.
 
"Setelah KPK 19 kali ekspose, ini pemecah rekor, seorang anggota DPR menyampaikan, Anies segera ditersangkakan. Semua komisioner sudah sepakat," ungkap Denny dalam cuitan pada akun media sosial Twitter, Rabu (21/6).
 
Denny menduga, perpanjangan masa jabatan Pimpinan KPK menjadi lima tahun, hingga 2024 nanti memang sengaja dilakukan. 
 
"Makin terbaca, kenapa masa jabatan para pimpinan KPK diperpanjang MK satu tahun. Untuk menyelesaikan tugas memukul lawan-oposisi, dan merangkul kawan-koalisi, sesuai pesanan kuasa ???????????????????????? ????????????," ucap Denny.
 
Denny menuturkan dirinya tak terkejut dengan permainan Joko Widodo yang dinilai mendukung Ganjar, mencadangkan Prabowo, dan menolak Anies Baswedan. Ia menyebut, Jokowi menggunakan sembilan strategi 10 sempurna.
 
Adapun strategi itu, pertama Presiden Jokowi dan lingkaran mempertimbangkan opsi untuk menunda pemilu, sekaligus memperpanjang masa jabatan Presiden. 
Kedua, segaris dengan strategi penundaan pemilu, sempat muncul ide untuk mengubah konstitusi guna memungkinkan Presiden Jokowi menjabat lebih dari dua periode.
 
Ketiga, menguasai dan menggunakan KPK untuk merangkul kawan dan memukul lawan politik. Keempat, menggunakan dan memanfaatkan kasus hukum sebagai ???????????????????????????????????? ???????????????????????????????????????? yang memaksa arah parpol dalam pembentukan koalisi pilpres.
 
Kelima, jika ada petinggi parpol yang keluar dari strategi pemenangan, maka dia beresiko dicopot dari posisinya. Keenam, menyiapkan komposisi hakim Mahkamah Konstitusi untuk antisipasi dan memenangkan sengketa hasil Pilpres 2024.
 
Ketujuh, tidak cukup hanya mendukung pencapresan Ganjar Pranowo, Jokowi juga memberikan dukungan kepada Prabowo Subianto. Kedelapan, Jokowi membuka opsi mentersangkakan Anies Baswedan di KPK. 
 
"Ini sudah menjadi rahasia umum, terkait dugaan korupsi Formula E," cetus Denny.
 
Kesembilan, mengambil alih Partai Demokrat melalui langkah politik yang dilakukan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. Terakhir, yang menyempurnakan adalah dengan berbohong kepada publik.
 
"Presiden Jokowi berulang kali mengatakan urusan capres adalah kerja para Ketum Parpol, bukan urusan Presiden. Belakangan, baru beliau akui akan cawe-cawe dalam Pilpres 2024," ujar Denny.
 
Pakar hukum tata negara ini menuturkan, satu persatu dugaannya itu yang ditulis pada 24 April 2023 mulai terbukti. Karena itu, Denny berharap Presiden Jokowi menghentikan cawe-cawenya, termasuk mentersangkakan dan menjegal Anies. 
 
"Kalau masih diterus-teruskan, menjadi pertanyaan apa maksud dan tujuannya? Salah satu hipotesis yang tidak terhindar terlintas di kepala saya adalah, Presiden Jokowi justru mengundang ketidakpastian dan kegaduhan, yang ujungnya menunda pemilu, dan memperpanjang masa jabatannya sendiri. Semoga hipotesis saya keliru," pungkasnya.
 
 
Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore