JawaPos.com - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meminta kepada masyarakat agar menghindari mudik menggunakan sepeda motor. Pasalnya, mudik model demikian sangat rawan terjadi kecelakaan, sehingga membahayakan untuk perjalanan jauh.
"Potensi kecelakaan tinggi seperti data Polri adalah mereka yang mengendarakan motor, kami mengimbau dengan segala kerendahan hati supaya seyogyanya tidak mengendarai motor," kata Budi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (6/4).
Budi mengatakan, banyak pihak menyediakan fasilitas mudik gratis. Oleh karena itu, warga diminta memanfaatkannya, dibanding harus mudik menggunakan sepeda motor.
"Pemerintah melalui kementerian perhubungan, semua kementerian dan juga Polri menyedikan bus mudik gratis, ada juga di kapal, dan kereta api," jelasnya.
Selain itu, pemerintah juga tengah mengupayakan diskon untuk tiket angkutan umum, baik itu kereta api, bus maupun pesawat terbang. Pemerintah berharap harga tiket pada rentang waktu sebelum cuti bersama 19 April 2023 bisa ada potongan.
"Kalau pun ada tiket-tiket pada hari puncak mudik juga akan memberikan satu tekanan kepada para operator agar tidak melakukan penjualan tiket melebihi batas atas," pungkas Budi.
Sebelumnya, Kakorlantas Polri Irjen Pol Firman Shantyabudi menyampaikan prediksi terbaru mengenai arus mudik Hari Raya Idul Fitri 1444 Hijriah. Hasil penelitian terkini, diperkirakan terjadi pergeseran waktu puncak arus mudik.
Hal itu disampaikan Firman setelah penutupan gelar Tactical Floor Game (TFG) bersama Kementerian PUPR dan Kementerian Perhubungan dan stakeholder terkait lainnya.
"Diperkirakan satu puncak arus mudik dan dua puncak arus balik," kata Firman di Gedung NTMC Polri, Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (5/4).
Dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) yang ditandatangani Polri, Kementerian PUPR dan Kementerian Perhubungan dijelaskan puncak arus mudik diperkirakan akan terjadi pada Kamis dan Jumat 21-22 April 2023. Prediksi ini mundur dari perkiraan awal.
Kemudian puncak arus balik akan terjadi dua kali. Pertama pada 25-26 April 2023. Lalu gelombang kedua pada 30 April sampai 1 Mei 2023.