Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 23 Juli 2022 | 19.31 WIB

Sampai Hari ke-49, Jamaah Haji yang Wafat Mencapai 67 Orang

Ilustrasi jamaah haji kloter 7 Debarkasi Solo tiba di Bandara Adi Soemarmo Boyolali, Rabu (20/7). Bambang Dwi Marwoto/Antara - Image

Ilustrasi jamaah haji kloter 7 Debarkasi Solo tiba di Bandara Adi Soemarmo Boyolali, Rabu (20/7). Bambang Dwi Marwoto/Antara

JawaPos.com - Operasional penyelenggaraan ibadah haji 1443 Hijriah ataun2022 Masehi sudah memasuki hari ke-49. Fase pemberangkatan dan puncak haji, sudah dilewati. Kini, tengah berlangsung proses pemulangan jamaah haji ke tanah air.

Data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) mencatat lebih dari 20 ribu jamaah haji reguler sudah tiba di Indonesia. Sebagian besar jamaah saat ini berada di Makkah untuk menunggu jadwal kepulangan atau pergerakan menuju Madinah bagi jamaah gelombang II.

Sejak 21 Juli 2022, secara bertahap jamaah yang diberangkatkan pada gelombang kedua juga sudah diberangkatkan menuju Madinah. Mereka akan menjalani ibadah Arbain berupa salat berjamaah 40 waktu di Masjid Nabawi, sebelum kembali ke Tanah Air melalui Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah.

Sementara itu, Siskohat mencatat sampai jamaah wafat sudah mencapai 67 orang. Sebanyak 27 jamaah wafat pada masa pra Armuzna, dalam rentang 4 Juni sampai 7 Juli 2022. Ada 16 jamaah yang wafat pada masa Armuzna, 8 – 12 Juli 2022. Sisanya atau 24 jamaah wafat pada masa setelah puncak haji Armuzna, 13 Juli sampai sekarang.

“Jumlah jamaah wafat sampai dengan hari ke-67 operasional haji sebanyak 67 orang,” kata Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Arsad Hidayat, Sabtu (23/7).

Arsad menjelaskan, pada tahun 2014 saat hari operasional haji ke-49 setidaknya ada 236 jamaah haji Indonesia yang wafat dari 168.800 kuota haji Indonesia (0,14 persen). Jumlah kuota ini bertahan pada 2015 dan 2016. Sementara jemaah yang wafat 539 (0,32 persen) pada 2015 dan 276 (0,16 persen) pada 2016.

“Jumlah jemaah wafat pada 2015 naik signifikan karena pada saat itu ada peristiwa jatuhnya crane di Masjidil Haram dan tabrakan jemaah di Mina,” imbuhnya.

Sejak tahun 2017, lanjut Arsad, kuota haji Indonesia kembali ke angka normal, 204.000. Pada hari ke-49 operasional haji tahun itu, tercatat ada 508 jamaah yang wafat (0,25 persen). Setahun berikutanya pada hari operasional yang sama, ada 263 jemaah yang wafat (0,13 persen).

“Kuota haji Indonesia naik lagi pada musim haji 2019 menjadi 214.000. Saat itu, pada hari operasional ke-49, tercatat 341 jamaah wafat atau 0,16 persen,” terang Arsad.

“Tahun ini, dengan kuota 100.015 jamaah, tercatat 67 jamaah wafat pada hari ke-49 operasional atau 0,07 persen. Semoga jamaah haji Indonesia selalu sehat, kepulangan ke Tanah Air berjalan lancar, dan mabrur. Aamin,” pungkasnya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore