
Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Irfan Yusuf dalam saat membuka Rapat Kerja Nasional Evaluasi Penyelenggaraan Haji 2026. (Istimewa)
JawaPos.com - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Irfan Yusuf mengenang momen banyak pihak meragukan pendirian Kemenhaj pada pelaksanaan Haji tahun 2026. Namun, menurutnya hal itu terbantahkan usai pelaksanaan haji tahun ini disebut sebagai salah satu yang terbaik dalam sejarah penyelenggaraan haji Indonesia.
Hal itu disampaikan Irfan saat membuka Rapat Kerja Nasional Evaluasi Penyelenggaraan Haji 2026. Ia mengingat kembali situasi tujuh bulan lalu ketika banyak pihak meragukan kemampuan Kementerian Haji dan Umrah yang baru berdiri untuk menangani penyelenggaraan ibadah haji.
"Berdiri di mimbar ini saya kembali teringat ke tanggal 31 Januari, tepat tujuh bulan yang lalu. Saat itu banyak yang underestimate dengan Kementerian Haji. Banyak yang meragukan apakah kementerian yang baru dibentuk ini sanggup memikul beban yang besar," ujar Irfan, Sabtu (4/7).
Keraguan itu beralasan karena pembentukan Kemenhaj dilakukan saat tahapan penyelenggaraan haji sudah berjalan. Ia menjelaskan, timeline penyelenggaraan haji telah dimulai sejak Juni, sementara kementerian baru dibentuk pada Agustus dan menteri beserta wakil menteri baru dilantik pada September.
"Artinya, kita sudah tertinggal beberapa bulan dari pelaksanaan timeline haji. Banyak yang menganggap bahwa kita bisa melaksanakan sekadar melaksanakan haji saja sudah bisa, sudah bersyukur," katanya.
Namun, Irfan menilai kerja keras seluruh jajaran Kementerian Haji dan Umrah mampu membalikkan keraguan tersebut. Keberhasilan penyelenggaraan haji 2026, klaimnya, menjadi catatan sejarah baru bagi tata kelola haji nasional.
"Pembuktian itu datang pada 1 Juli lalu. Kita telah menuliskan nama kita dalam sejarah perhajian Indonesia. Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia sukses menyelenggarakan haji tahun 2026, bahkan keberhasilan ini disebut oleh masyarakat dan berbagai pihak sebagai salah satu pelaksanaan haji terbaik yang pernah ada," ungkapnya.
Oleh karena itu, Irfan menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas dan pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan haji tahun ini. Ia juga memberikan penghargaan khusus kepada Wakil Menteri Haji dan Umrah yang dinilainya aktif mengawal kesiapan pelayanan di lapangan.
Meski mendapat banyak apresiasi, ia mengingatkan seluruh jajaran agar tidak cepat berpuas diri. Menurutnya, masih terdapat sejumlah kekurangan yang harus dievaluasi sebagai bekal untuk meningkatkan kualitas pelayanan haji pada tahun-tahun mendatang.
"Karena itu, rapat kerja nasional evaluasi penyelenggaraan haji tahun 2026 ini menjadi kesempatan untuk menemukan berbagai kekurangan tersebut agar menjadi bagian dari perbaikan pelayanan haji ke depan," tandas Irfan.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Duel Tim Kelelahan!
Prediksi Skor Persija Jakarta vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Diunggulkan!
Profil Jafar Hidayatullah dan Adnan Maulana: Diduga Match Fixing, Dicoret PBSI dari Kejuaraan Dunia
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Maung Bandung Favorit Juara
Aji Santoso Resmi Latih de Red FC, Klub Baru Jawa Timur Pilih Stadion Gelora 10 November Surabaya
Bertahun-Tahun Mogok Kerja, Tim 10 Pekerja Freeport Serahkan Tuntutan ke Said Iqbal
Jafar/Felisha dan Adnan/Indah Dicoret dari Kejuaraan Dunia, PBSI Buka Suara Soal Dugaan Match Fixing
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Pembuktian Sihir John Herdman!
Profil Malik Bawazier, Suami Cut Keke yang Dilaporkan Kasus Perzinaan dan Kohabitasi
