Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 31 Desember 2022 | 18.49 WIB

Waspada Cuaca Ekstrem hingga 2 Januari 2023

Petir menyambar saat hujan turun dikawasan Bundaran Hotel Indonesia Jakarta, Senin (28/11/2022). Menurut peringatan dini BMKG, 29 wilayah perlu waspada cuaca ekstrem hujan lebat disertai petir dan angin kencang. Tak hanya peringatan dini cuaca ekstrem, BM - Image

Petir menyambar saat hujan turun dikawasan Bundaran Hotel Indonesia Jakarta, Senin (28/11/2022). Menurut peringatan dini BMKG, 29 wilayah perlu waspada cuaca ekstrem hujan lebat disertai petir dan angin kencang. Tak hanya peringatan dini cuaca ekstrem, BM

JawaPos.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengingatkan potensi cuaca ekstrem saat pergantian tahun. Bahkan, antisipasi perlu dilakukan hingga 4 Januari 2023.

Namun, menurut Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, potensi yang lebih besar terkait cuaca ekstrem terjadi hingga 2 Januari 2023.

”Potensi cuaca ekstrem momen Nataru (Natal dan tahun baru) mulai 30 Desember 2022 sampai 2 Januari 2023,” katanya saat pemaparan update pemantauan cuaca selama momen Nataru kemarin (30/12).

Mantan rektor UGM Jogjakarta itu menjelaskan, ada peningkatan curah hujan di sejumlah tempat strategis. Khususnya di Pulau Jawa. Dwikorita mengungkapkan, situasinya menjadi tidak sebaik yang diprediksi BMKG. Sebagaimana diketahui, dalam prediksi sebelumnya, cuaca diperkirakan mulai membaik dan cenderung cerah pada 1 Januari 2023.

Dwikorita menyebutkan, pada 31 Desember masih ada beberapa daerah berwarna pink. ”Itu artinya, curah hujan dengan kategori intensitas tinggi atau ekstrem,” jelasnya.

Kawasan yang masih memiliki potensi hujan tinggi berada di sepanjang Pulau Jawa bagian utara dari Banten, DKI Jakarta, sampai Jawa Tengah. Sementara itu, pada 1 sampai 4 Januari, sudah tidak ada kawasan dengan indikator warna pink.

Pada bagian lain, Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri melaksanakan apel kesiapsiagaan di Tanjung Priok, Jakarta Utara, kemarin. Apel tersebut dilaksanakan untuk mengantisipasi potensi ancaman dan gangguan selama pergantian tahun.

Kepala Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri Irjen Firman Santyabudi menyatakan, pihaknya terus berkoordinasi dan mengikuti perkembangan informasi dari BMKG. ”Yang seluruhnya mengharuskan kami menyiapkan personel dan peralatan kami,” ungkapnya.

Firman mengakui, apel bersama para personel Korpolairud Baharkam Polri merupakan bagian dari Operasi Lilin 2022. Tidak hanya pergerakan masyarakat selama Nataru, Polri mengantisipasi potensi ancaman dan gangguan lainnya. Termasuk kemungkinan terjadinya bencana. ”Masyarakat selalu kami imbau untuk senantiasa mengikuti perkembangan cuaca yang disampaikan oleh BMKG,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Kepala Korpolairud Baharkam Polri Irjen Indra Miza mengungkapkan, pihaknya telah menyiapkan personel dan peralatan. Mulai helikopter sampai kapal. Secara keseluruhan, ada empat helikopter yang sudah bersiaga. ”Yang mempunyai kemampuan selain untuk mengangkut penumpang juga untuk mengevakuasi kalau terjadi bencana,” katanya.

Jenderal bintang dua Polri itu pun menyebut, Korpolairud Baharkam Polri sudah menyiagakan tim SAR untuk operasi di laut maupun darat. Di jajaran Polairud tingkat pusat disiapkan empat kapal. Empat kapal itu disebar di beberapa lokasi. Yakni, wilayah kerja Polda Metro Jaya, jalur pelayaran Merak–Bakauheni, Perairan Bali, dan Markas Komando Korpolairud Baharkam Polri.

Dengan kondisi cuaca saat ini, Indra turut mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dan waspada. Dia juga meminta masyarakat untuk tidak memaksakan melakukan aktivitas di wilayah perairan. Terlebih ketika cuaca memburuk.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore