
Direktur Eksekutif LPI Boni Hargens dalam hasil rilis dengan tema
JawaPos.com - Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) menilai institusi Polri mampu mengantisipasi potensi terjadinya ancaman kerawanan nasional, yang bersumber dari kekerasan horisontal. Hal ini diprediksi akan meningkat sejalan dengan tahun politik 2023.
"Secara kumulatif, Polri merupakan institusi di rating ketiga yang paling dipercaya publik dari 10 besar kementerian/lembaga negara dalam mengantisipasi potensi ancaman nasional 2023," kata Direktur Eksekutif LPI Boni Hargens dalam hasil rilis dengan tema 'Potensi Ancaman 2023' di Jakarta, Jumat (23/12).
Boni menjelaskan, Polri merupakan institusi di rating ketiga yang paling dipercaya publik dari 10 besar kementerian/lembaga negara dalam mengantisipasi potensi ancaman nasional 2023. Nilai agregat Polri sebesar 2.9045, berbeda tipis dengan institusi TNI, 2.9050 yang berada di tempat kedua dan institusi BIN di rating pertama, 2.9100.
Menurut Boni, LPI mengajukan pertanyaan mengenai faktor penyebab ancaman yang terjadi pada 2023 ke depan, terkait munculnya potensi kekerasan antar pendukung partai dan kandidat capres/cawapres pada tahun politik 2023. Dia berujar, rating tertinggi dari responden sebesar 27,50 persem dipicu oleh faktor politik.
"Sementara faktor sosial 26,25 persen dan ideologi 24 persen, terakhir ekonomi sebesar 22,25 persen. Sedangkan mereka yang yakin potensi kekerasan itu muncul dilatari oleh ketegangan antar pendukung partai sebesar 36.75 persen," ungkap Boni.
Lalu, mayoritas responden menilai 31,50 persen meyakini bahwa ancaman potensi kekerasan itu juga dipicu oleh intensi antar pendukung kandidat capres-cawapres.
"LPI menyimpulkan bahwa tahun 2023 merupakan tahun yang berat dan gelap karena dihantui tekanan dan potensi ancaman multimatra yang tidak mudah, entah yang dipengaruhi oleh faktor dari dalam maupun luar negeri," ujar Boni.
Survei ini dilakukan pada 5 Desember sampai dengan 16 Desember 2022. Metode survei yang digunakan adalah melalui google form dan wawancara tatap muka, margin of error berkisar 2 persen pada tingkat kepercayaan ± 98 persen. (*)

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
