Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 22 Oktober 2021 | 18.35 WIB

Jadi Menteri Sehari, Afi Minta Kemenag Tambah Jam Pelajaran Agama

Caption: Jadi Menag sehari, Afi Ahmad Ridlo pada saat memimpin rapat pimpinan Kemenag. (Istimewa) - Image

Caption: Jadi Menag sehari, Afi Ahmad Ridlo pada saat memimpin rapat pimpinan Kemenag. (Istimewa)

JawaPos.com - Afi Ahmad Ridlo, Santri asal Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo didapuk menjadi Menteri Agama (Menag) sehari. Penyerahan jabatan ini terkait program Sayembara Santri Sehari Menjadi Menteri yang menjadi rangkaian Peringatan Hari Santri 2021.

Memulai tugasnya, ia pun menyampaikan pendapatnya pada saat memimpin rapat pimpinan Kemenag kepada para pejabat eselon I. Kata dia, Indonesia kini dihadapkan dengan berbagai permasalahan lemahnya moralitas generasi muda.

Di saat fenomena kerusakan moral yang terjadi, pendidikan agama selalu menjadi sorotan. Ironisnya, bila menilik kurikulum pendidikan di sekolah umum, pelajaran agama hanya diberikan dua jam pelajaran dalam seminggu.

Karenanya, Kemenag perlu memikirkan solusi perbaikan pendidikan agama, salah satunya dengan menambah jam mata pelajaran agama. "Hal semacam ini kan semestinya menjadi perhatian kita bersama. Bisa melakukan perbaikan apa bila pendidikan agama hanya diberikan dua jam dalam seminggu," ungkap Afi dalam siaran pers, Jumat (22/10).

"Kita harus segera bergerak untuk melakukan perbaikan. Secara kuantitatif, kita perlu melakukan penambahan jam mata pelajaran agama di sekolah," sambung dia.

Siswa kelas 12 Madrasah Aliyah Nurul Jadid ini terlihat bersemangat dan tak gentar memaparkan gagasannya. Tak menyia-nyiakan kesempatan, Afi pun memanfaatkan momen ini untuk mengeluarkan seluruh gagasannya untuk pengembangan kehidupan umat beragama, salah satunya terkait pendidikan agama.

"Selain kuantitatif, kita juga perlu melakukan perbaikan dari sisi kualitatif," ujar remaja kelahiran Lumajang ini.

Pendekatan kualitatif yang dimaksud antara lain adalah perbaikan kualitas pendidik. "Pendidikan dari seluruh agama seharusnya bisa memberikan transfer of value bagi peserta didik. Artinya, yang bisa kita lakukan adalah pendekatan kualitatif," tutur Afi.

"Kita berikan pelatihan bagi guru-guru. Kita upgrade skillnya. Karena salah satu kunci perbaikan pendidikan adalah kualitas tenaga pengajar," tandas dia.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore